Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria mendorong alumni Resimen Mahasiswa agar lebih aktif menggerakkan desa produktif. Ia menilai pengalaman, kapasitas, dan jaringan alumni Menwa dapat menjadi modal penting untuk memperkuat pembangunan di tingkat desa.
Dalam pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Provinsi Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia Jawa Timur periode 2025–2029, Ahmad Riza juga meminta organisasi itu hadir sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Menurut dia, ruang pengabdian alumni Menwa tidak hanya terbatas pada ketahanan, tetapi juga meluas ke sektor produksi dan pemberdayaan warga desa.
Fokus baru pembangunan desa
Ahmad Riza menyebut arah pembangunan nasional kini bergerak dari semata ketahanan keamanan menuju penguatan ketahanan pangan. Perubahan itu, kata dia, membuka peluang lebih besar bagi alumni Menwa untuk memberi kontribusi langsung di desa.
Ia mengajak IARMI terlibat dalam pengembangan pertanian, peternakan, perikanan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Ahmad Riza juga mendorong alumni Menwa menjadi Sahabat Desa dengan ikut mendampingi pembangunan di berbagai wilayah.
Ia mencontohkan keberhasilan IARMI Jawa Timur dalam budidaya tambak udang di Kabupaten Pasuruan. Program itu disebut menjadi bukti bahwa alumni Menwa bisa menghadirkan karya yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Pelantikan pengurus baru di Surabaya
Pelantikan digelar di Kantor Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Minggu (28/6/2026). Acara berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, jajaran Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh alumni Menwa, serta perwakilan berbagai instansi.
Pelantikan itu menandai dimulainya masa bakti baru IARMI Jawa Timur periode 2025–2029. Sejumlah pejabat dan tokoh hadir, termasuk Kepala Bakesbangpol Jawa Timur Eddy Supriyanto, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur Nurkholis, Dandim 0830/Kota Surabaya Kolonel Inf. Bambang Raditya, dan Kepala Disters Koarmada II Kolonel Laut (T) Bagus Arianto.
Sinergi dengan pemerintah daerah
Emil Elestianto Dardak menekankan bahwa Resimen Mahasiswa merupakan wadah pembentukan karakter. Ia menyebut Menwa telah melahirkan generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat patriotisme.
Menurut Emil, tantangan bangsa saat ini tidak lagi hanya berupa ancaman fisik. Ia menilai situasi global menuntut kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan keberanian keluar dari zona nyaman.
Emil berharap sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan IARMI semakin kuat melalui program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu yang disorot adalah dukungan terhadap pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, yang disebut telah terbentuk 8.494 unit di Jawa Timur.
Tantangan desa dan harapan kepemimpinan
Ahmad Riza menyebut masih ada tiga tantangan utama yang perlu mendapat perhatian bersama, yaitu peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, dan perluasan investasi di desa. Ia menilai IARMI memiliki kapasitas untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi ketiga persoalan tersebut.
Ia juga mengingatkan pentingnya kehadiran alumni Menwa di setiap desa untuk mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat. Karena itu, ia mendorong kader-kader Menwa terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan.
Ahmad Riza bahkan berharap alumni Menwa mempersiapkan diri menjadi kepala desa, anggota DPRD, kepala daerah, anggota DPR RI, hingga Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, bangsa membutuhkan pemimpin yang lahir dari jiwa pengabdian.
Acara ini juga dihadiri Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya sekaligus Komandan Menwa Mahasurya Jawa Timur Untung Lasiyono, anggota DPRD Jawa Timur Freddy Poernomo, serta jajaran TNI, Polri, akademisi, dan keluarga besar alumni Menwa dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Source: beritakeadilan.com






