Kelurahan Tawangrejo di Kota Madiun kini menjadi perhatian utama dalam penguatan kesiapsiagaan bencana. Wilayah ini diposisikan sebagai titik prioritas karena menghadapi dua ancaman yang datang bergantian, yakni banjir kiriman saat musim hujan dan kekeringan ketika musim kemarau.
Pemkot Madiun menilai situasi itu menuntut warga memiliki kesiapan yang lebih matang sejak dari lingkup keluarga. Melalui program Keluarga Tanggap Bencana atau Katana, pemerintah ingin membentuk masyarakat yang lebih sigap, kompak, dan peka terhadap tanda-tanda bencana di sekitar mereka.
Ancaman yang datang berulang
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun M. Yusuf Asmadi menyebut Tawangrejo hampir setiap tahun terdampak banjir kiriman ketika hujan deras datang dari hulu sungai. Saat kemarau, kawasan yang sama juga kerap membutuhkan distribusi air bersih karena kekeringan.
Kondisi berulang itu membuat kesiapsiagaan warga menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Menurut Yusuf, keluarga perlu siap menghadapi keadaan darurat agar dampak bencana dapat ditekan sejak awal.
Peran warga jadi penentu
Pemkot Madiun menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Kekompakan warga di lingkungan tempat tinggal dinilai menjadi kunci agar respons darurat berjalan lebih cepat dan lebih teratur.
Yusuf menilai komunikasi antarwarga yang baik akan memudahkan evakuasi, penanganan, dan distribusi bantuan. Karena itu, Katana diarahkan bukan hanya untuk kesiapan individu, tetapi juga untuk memperkuat kerja sama di tingkat lingkungan.
Pembekalan untuk menghadapi situasi darurat
Dalam pelaksanaannya, Katana diisi pembekalan langsung dari narasumber terkait kesiapsiagaan bencana, mitigasi banjir, dan langkah penanganan. Materi tersebut diberikan agar warga memahami tindakan yang perlu dilakukan saat tanda-tanda ancaman mulai terlihat.
Pendekatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kepedulian keluarga terhadap perubahan cuaca dan kondisi lingkungan sekitar. Pemkot Madiun ingin warga bisa bergerak lebih cepat ketika potensi bencana mulai muncul.
Tameng awal bagi Tawangrejo
Dengan ancaman yang datang dari dua arah, banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau, Tawangrejo dinilai membutuhkan kesiapan yang berlapis. Katana diposisikan sebagai tameng awal agar warga lebih tangguh menghadapi kondisi yang berulang setiap tahun.
Program ini juga menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal peralatan atau bantuan ketika bencana terjadi. Yang tidak kalah penting adalah pola pikir warga agar siap menghadapi keadaan darurat sebelum situasi memburuk.
Source: jatim.antaranews.com






