Pilihan warna favorit ternyata dapat memberi petunjuk tentang cara seseorang menjalani hubungan asmara. Menurut psikoterapis Dr. Lee Phillips, warna kerap berkaitan dengan emosi seperti cinta, ketakutan, dan kemurahan hati.
Dalam penjelasan yang dikutip Beautynesia, warna favorit juga disebut bisa mencerminkan sisi kepribadian yang muncul saat seseorang berada dalam relasi. Dari yang menenangkan sampai yang penuh gairah, tiap warna membawa karakter yang berbeda di dalam hubungan.
Biru dan hijau, identik dengan rasa aman
Warna biru sering dikaitkan dengan ketenangan. Dalam hubungan, penyuka biru disebut sebagai pasangan yang mampu membuat orang di sekitarnya merasa nyaman, tenang, dan aman.
Milena Dishovska, pelatih pemberdayaan perempuan dan hubungan sekaligus salah satu pendiri Tantra Alchemy of the Heart, mengatakan, “Biru yang lebih terang mungkin lebih romantis,” sementara “Biru yang lebih gelap dan cerah lebih hidup dan dinamis.”
Hijau juga menempati kesan yang serupa, yakni tenang, harmonis, dan dapat dipercaya. Mereka yang menyukai hijau digambarkan tidak suka mengambil risiko, tetapi rela berkorban ketika menyangkut orang yang dicintai.
| Warna | Gambaran Kepribadian | Sikap dalam Hubungan |
|---|---|---|
| Biru | Tenteram | Membuat pasangan merasa aman dan nyaman |
| Hijau | Tenang, harmonis, dapat dipercaya | Siap melakukan apa saja untuk orang yang dicintai |
| Merah | Ceria, bersemangat, penuh kekuatan | Menjalani hubungan dengan kasih dan gairah |
| Oranye | Berenergi tinggi dan kreatif | Membawa keceriaan dan antusiasme ke dalam hubungan |
| Kuning | Ceria, kuat, percaya diri | Mencerahkan suasana dan membawa petualangan baru |
| Putih | Mendambakan kesederhanaan | Ingin hubungan yang andal dan tidak rumit |
| Ungu | Pemimpin alami, tenang, penuh kasih | Mudah menarik perhatian dan membawa aura percaya diri |
Merah, oranye, dan kuning membawa energi yang lebih ramai
Berbeda dari biru dan hijau, warna merah dikaitkan dengan pasangan yang ceria, bersemangat, dan penuh gairah. Alex Anderson-Kahl, Ed.S, NCSP, pendiri Addiction 2 Art yang tertarik pada persinggungan psikologi dan teori warna, menyebut merah sebagai warna yang melambangkan kepercayaan diri.
Ia juga menilai merah berkaitan dengan gairah dan kemampuan membangkitkan rasa ingin tahu pada orang lain dengan mudah. Sementara itu, penyuka oranye disebut memiliki energi tinggi dan kreatif, sehingga sering membawa keceriaan dan antusiasme ke dalam hubungan.
Warna kuning mendapat citra yang serupa, tetapi dengan nuansa yang lebih cerah. Dishovska mengatakan bahwa kuning menunjukkan kepribadian yang kuat, inovatif, tak kenal lelah, dan mempesona, layaknya sinar matahari dalam hubungan.
Ia menambahkan bahwa energi mereka cenderung lebih ringan, bersemangat, dan percaya diri dalam cinta. Karena itu, penyuka kuning dianggap mampu diandalkan untuk mencerahkan suasana lewat petualangan baru yang menyenangkan.
Putih dan ungu, sederhana namun tetap tegas
Di sisi lain, putih sering dikaitkan dengan kemurnian dan kesucian. Dalam konteks hubungan, penyuka putih disebut mendambakan kesederhanaan dan tidak menginginkan relasi yang muluk-muluk atau rumit.
Mereka cenderung mencari pasangan yang dapat diandalkan dan hubungan yang berjalan tenang. Adapun penyuka ungu digambarkan sebagai pemimpin alami yang mudah menarik perhatian di sekitarnya.
Orang yang menyukai ungu juga memiliki aura tenang, percaya diri, dan penuh kasih. Gabungan sifat itu membuat warna favorit sering dipandang sebagai cermin menarik untuk melihat kecenderungan seseorang dalam asmara.
Meski tidak bisa dipakai untuk menilai hubungan secara mutlak, penjelasan para pakar ini menunjukkan bahwa selera warna dapat memberi gambaran tentang energi yang dibawa seseorang saat mencintai. Dari biru yang menenangkan hingga merah yang penuh gairah, tiap warna punya caranya sendiri untuk berbicara tentang cinta.
