Wendao V9 Tawarkan Kabin Mewah 7 Penumpang, Harga China Jauh Di Bawah Alphard

Wendao V9 langsung menarik perhatian karena harga jualnya di China berada di kisaran Rp 557 juta sampai Rp 727 juta. Banderol itu membuat MPV premium dari BAIC lewat sub-brand Arcfox ini tampil sebagai penantang serius di kelas yang selama ini identik dengan nama-nama besar seperti Toyota Alphard.

Yang membuatnya semakin menarik, Wendao V9 tidak datang sekadar membawa kabin mewah. Mobil ini juga memakai pendekatan elektrifikasi yang berbeda dari banyak rivalnya, karena BAIC memilih teknologi PHEV atau EREV agar tetap fleksibel dipakai harian maupun untuk perjalanan jauh.

Kabin besar dengan fokus pada kenyamanan penumpang

Sebagai model terbesar yang pernah dibuat Arcfox, Wendao V9 berdiri jauh dari lini sebelumnya yang lebih banyak diisi mobil kompak, terutama SUV. MPV ini juga memberi ruang kabin yang lebih lapang serta bagasi yang lebih lega dibanding model seperti T1, yang disebut akan dijual di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Di dalam, Wendao V9 mampu membawa hingga 7 penumpang. Layout kabinnya dibuat minimalis, tetapi perhatian utamanya jelas diarahkan ke baris kedua yang dibuat seperti ruang eksekutif berjalan.

Jok baris kedua dilengkapi ventilasi, pemanas, sandaran kaki, fungsi pijat 16 titik, dan fitur reclining. Ada pula kulkas di konsol tengah, meja lipat, serta layar infotainment yang dipasang di langit-langit kabin.

Mesin bensin hanya pendukung, tenaga utama datang dari motor listrik

Walau tampil seperti mobil listrik, Wendao V9 sebenarnya memakai sistem PHEV yang lebih tepat disebut EREV. Mesin bensin 1.500 cc turbo dengan tenaga 158 hp bertugas sebagai penggerak pendukung, sementara sumber tenaga utamanya datang dari motor listrik depan dan belakang buatan Huawei.

Total output sistemnya mencapai 304 hp. Penggeraknya memakai roda belakang atau RWD, dengan catatan akselerasi 0-100 km/jam 7,9 detik untuk baterai LFP dan 8,4 detik untuk baterai NMC.

BAIC juga menyiapkan dua pilihan baterai dari CATL. Paket LFP berkapasitas 37 kWh diklaim mampu menempuh 216 km, sedangkan baterai NMC 53,4 kWh memiliki jarak tempuh 315 km dalam mode listrik murni, tergantung cara pemakaian.

Dibekali suspensi untuk rasa berkendara yang lebih halus

Untuk menunjang kenyamanan, Wendao V9 menggunakan suspensi depan double wishbone aluminium dan suspensi belakang multi-link. Pada varian tertinggi, BAIC menambahkan suspensi adaptive magnetorheological yang bisa menyesuaikan redaman hingga 1.000 kali per detik.

Pengaturan seperti ini ditujukan agar mobil tetap stabil dan nyaman saat melewati jalan tidak rata atau berlubang. Dengan karakter tersebut, Wendao V9 tidak hanya diposisikan besar dan mewah, tetapi juga halus untuk perjalanan jarak jauh.

Siap berhadapan dengan rival listrik murni di kelas premium

Di pasar China, Wendao V9 akan turun di segmen MPV premium yang persaingannya semakin padat. Model ini disiapkan untuk menghadapi Denza D9, XPeng X9, dan Maxus Mifa 9, meski ketiganya merupakan mobil listrik murni, bukan PHEV.

Jika kelak masuk ke Indonesia, Wendao V9 akan langsung masuk ke wilayah yang sama dengan Toyota Alphard dan Lexus LM. Pada saat yang sama, model ini tetap bisa dibandingkan dengan Denza D9, XPeng X9, dan Maxus Mifa 9 jika pasar menilai dari sisi teknologi dan posisi produk.

Secara tampilan luar, Wendao V9 memakai fascia ala MPV premium pada umumnya. Grille besar beraksen krom dan bodi two tone memperkuat kesan mewah sejak pandangan pertama.

Source: ridertua.com

Berita Terkait