Lebih dari seperempat gamer PC di Steam masih tetap memakai Windows 10, meski dukungan resminya sudah berakhir. Angka itu memperlihatkan bahwa banyak pemain belum melihat alasan yang cukup kuat untuk pindah ke Windows 11.
Pilihan tersebut bukan semata soal enggan berubah. Bagi sebagian gamer, Windows 10 masih terasa lebih aman dipakai, lebih akrab, dan lebih cocok dengan perangkat yang mereka miliki saat ini.
Stabilitas jadi alasan yang paling sering dicari
Windows 10 dipandang sudah berada di fase paling matang setelah menerima pembaruan fitur dan perbaikan bug selama sepuluh tahun sejak dirilis pada 2015. Kondisi itu membuat banyak pengguna menilai sistem ini lebih stabil untuk kebutuhan bermain game harian.
Karena tidak lagi mendapat pembaruan fitur besar, Windows 10 juga dianggap lebih kecil kemungkinan mengalami perubahan antarmuka yang mengganggu. Risiko bug baru dan masalah kompatibilitas ikut dipersepsikan lebih rendah oleh gamer yang ingin sistemnya tetap konsisten.
Bagi pemain PC, konsistensi ini penting. Mereka umumnya ingin komputer langsung siap dipakai tanpa harus terganggu crash, blue screen, atau perubahan sistem yang merusak alur bermain.
PC lama masih jadi penghalang besar
Di sisi lain, Windows 11 masih membawa syarat perangkat keras yang lebih ketat. Sistem ini menuntut TPM, Secure Boot, dan komponen khusus lain yang tidak diwajibkan oleh Windows 10.
Itulah yang membuat sebagian pengguna Windows 10 tidak bisa melakukan upgrade secara resmi, meski PC mereka masih cukup layak untuk bermain game. Banyak dari mereka akhirnya bertahan karena perangkat lama itu masih berjalan baik dan belum menunjukkan alasan kuat untuk diganti.
Selama game favorit tetap lancar dimainkan, dorongan untuk pindah ke sistem operasi baru menjadi lebih lemah. Dalam situasi seperti ini, bertahan di Windows 10 terasa lebih praktis daripada memaksakan upgrade.
Kesan lebih ringan masih punya pengaruh besar
Windows 10 juga dinilai lebih cepat dan lebih ringan dalam penggunaan harian. Aplikasi bawaan seperti Notepad, Paint, File Explorer, dan Task Manager disebut bisa terbuka lebih cepat dibandingkan di Windows 11.
File Explorer di Windows 11 bahkan disebut terasa lebih lambat dimuat. Ditambah desain yang lebih modern dan elemen tambahan lain, sebagian pengguna menganggap sistem itu terasa lebih berat daripada Windows 10.
Untuk gamer, kesan ringan seperti ini bukan hal kecil. Sistem operasi yang responsif sering dipandang lebih nyaman, terutama di PC yang usianya sudah tidak baru lagi.
AI, iklan, dan bloatware ikut menjauhkan pengguna
Perbedaan lain muncul dari isi bawaan sistem. Windows 11 membawa lebih banyak elemen AI ke aplikasi seperti Notepad, Paint, dan Search, sedangkan Windows 10 punya integrasi AI bawaan yang jauh lebih terbatas.
Bagi sebagian gamer, kondisi itu justru menjadi nilai tambah Windows 10. Mereka tidak perlu repot memakai skrip debloat untuk menyingkirkan fitur tambahan agar sistem tetap ramping.
Keluhan serupa juga muncul soal iklan dan bloatware. Windows 10 dinilai punya lebih sedikit iklan bawaan dibandingkan Windows 11, termasuk karena Start Menu di Windows 11 disebut memuat iklan.
Proses awal yang lebih bebas juga dicari
Selain soal performa dan tampilan, proses pemasangan awal ikut memengaruhi pilihan pengguna. Windows 10 masih memungkinkan pembuatan akun lokal dengan lebih mudah saat setup awal.
Di Windows 11, pengguna dinilai lebih dipaksa memakai akun Microsoft untuk menyelesaikan pemasangan. Bagi gamer yang hanya ingin sistem siap dipakai tanpa tambahan langkah yang dianggap tidak perlu, hal seperti ini menambah friksi.
Fleksibilitas kecil semacam itu sering berdampak besar pada keputusan bertahan. Banyak pengguna yang sudah nyaman dengan pola lama cenderung tidak tertarik pindah jika sistem baru justru membawa lebih banyak batasan.
Meski begitu, bertahan di Windows 10 bukan tanpa risiko. Setelah status end-of-life, sistem ini tidak lagi menerima pembaruan keamanan, sehingga posisinya makin rentan jika celah baru ditemukan.
Itulah sebabnya, angka lebih dari 25% gamer di Steam yang masih memakai Windows 10 menunjukkan pilihan yang kompleks. Stabilitas, kecocokan dengan PC lama, kesan lebih ringan, lebih sedikit gangguan bawaan, dan setup yang lebih bebas masih cukup kuat untuk menahan mereka, walau risikonya kini semakin jelas.
Source: tech.sportskeeda.com





