Timnas Inggris memilih Wonderwall milik Oasis sebagai lagu utama mereka sepanjang Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Keputusan itu memberi warna emosional yang kuat bagi The Three Lions, terutama setelah kemenangan 4-2 atas Kroasia di Dallas, Amerika Serikat.
Pilihan tersebut muncul seiring aturan turnamen yang mewajibkan setiap tim kontestan menyerahkan daftar putar musik resmi. Lagu-lagu itu diputar sebelum dan sesudah pertandingan di stadion, sehingga atmosfer tim tidak hanya ditentukan oleh permainan di lapangan, tetapi juga oleh suara yang mengiringi mereka.
Wonderwall jadi pusat sorotan
Di antara deretan lagu yang dipilih federasi sepak bola Inggris, Wonderwall dianggap paling kuat memicu emosi pemain dan suporter. Lagu ikonik Oasis itu mudah memancing nyanyian massal di tribun, sesuatu yang langsung terlihat dalam perayaan kemenangan atas Kroasia.
Seluruh stadion larut dalam nyanyian bersama, sementara para pemain berdiri di depan tribun untuk merayakan hasil positif tersebut. Kapten Harry Kane memimpin perayaan itu, sedangkan Jude Bellingham tampak menikmati suasana yang tercipta setelah laga berakhir.
Daftar lagu Inggris tidak hanya berisi Oasis
Selain Wonderwall, Inggris juga memasukkan Sweet Caroline milik Neil Diamond dan Hey Jude dari The Beatles. Kedua lagu itu menambah lapisan suasana dalam daftar putar yang disiapkan untuk mengangkat semangat pertandingan mereka.
Di sisi pendukung, Chase the Sun dari Planet Funk juga ikut bergema. Lagu tersebut sudah akrab di banyak ajang olahraga, terutama karena sering mengiringi turnamen darts.
Hubungan erat dengan lingkungan skuad
Sorotan lain datang dari John Stones yang dikenal sebagai penggemar berat Oasis. Bek senior itu juga disebut memiliki hubungan dekat dengan Noel Gallagher, sosok di balik Wonderwall.
Meski demikian, ada sisi menarik yang membuat pilihan lagu ini terasa kontras. Noel Gallagher pernah menyatakan bahwa dirinya bukan pendukung tim nasional Inggris.
Musisi asal Manchester itu lahir dari orang tua berdarah Irlandia. Ia bahkan lebih memilih mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari warga Irlandia, bukan sebagai pendukung tim nasional Inggris.







