Wuling Eksion langsung memberi dua opsi karakter yang berbeda lewat pilihan PHEV dan BEV, dan justru di situlah daya tarik utamanya. Dari penjajakan singkat yang dilakukan sebelum peluncuran resmi, SUV elektrifikasi ini tampil dengan respons yang cepat, rasa berkendara yang rapi, serta kesan matang yang tidak terasa dibuat-buat.
Poin yang paling mudah ditangkap bukan sekadar statusnya sebagai mobil listrik, melainkan bagaimana Eksion mencoba masuk ke ruang keluarga modern. Mobil ini membawa pendekatan yang menggabungkan kenyamanan, nuansa premium, dan pengendalian yang terasa tenang saat diajak bergerak di jalur yang berubah-ubah.
Respons tenaga yang sigap
Pada sesi singkat tersebut, Eksion dijajal dalam dua varian penggerak, yaitu PHEV dan BEV. Keduanya dinilai sama-sama responsif, meski karakter dorongannya berbeda karena sumber tenaganya tidak identik.
Varian PHEV mengandalkan mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated yang dipadukan dengan sistem elektrifikasi. Sementara itu, BEV mengirimkan tenaga sepenuhnya dari motor listrik, sehingga responsnya terasa lebih instan saat pedal diinjak.
Data yang disebutkan memperlihatkan mesin menghasilkan 105 hp dengan torsi 130 Nm. Di sisi lain, motor listrik menyumbang 195 hp dan torsi 230 Nm, lalu didukung baterai 20,5 kWh yang diklaim mampu membawa mobil menempuh jangkauan gabungan lebih dari 1.000 km berdasarkan pengujian CLTC.
Rasa berkendara yang tidak canggung
Karakter yang paling menonjol dari Eksion justru muncul saat mobil ini diarahkan dalam manuver yang menuntut kestabilan. Pengujian singkat lewat turunan dan jalur zig-zag memperlihatkan bahwa SUV ini tidak menunjukkan sikap yang kaku atau gugup.
Respons mobil terasa terkendali saat diminta mengikuti arah belok dengan cepat. Kesan seperti ini membuat Eksion terlihat lebih dewasa, terutama untuk model elektrifikasi yang sering diharapkan bukan hanya cepat melaju, tetapi juga nyaman saat dikendalikan.
Desain luar yang kuat dan mudah dikenali
Dari luar, Wuling membangun identitas Eksion dengan cukup tegas. Varian PHEV tampil lewat honeycomb grille yang dipadukan dengan X-shaped automatic headlamps, lalu di bagian belakang hadir X-shaped rear combination lamp yang menjaga kesinambungan desain.
Pelek alloy 18 inci ikut menambah kesan premium pada tampilannya. Pilihan warna two-tone biru-putih juga membuat SUV ini terlihat lebih segar dan modern di antara model lain di kelasnya.
Kabin yang diarahkan ke rasa lapang
Masuk ke dalam, atmosfer kabin langsung bergeser ke arah yang lebih elegan. Perpaduan warna walnut brown dan carbon black memberi kesan hangat sekaligus rapi, sementara material soft touch pada panel interior memperkuat nuansa yang tidak sederhana.
Detail fungsional juga ikut mendukung kenyamanan harian. Setir berbalut kulit dengan multifunction switch memudahkan akses ke berbagai kontrol, sedangkan ventilated seat di baris depan membantu menjaga kenyamanan saat berkendara.
Fitur yang menambah nilai pakai
Wuling juga menempatkan electric seat adjustment untuk pengemudi dan penumpang depan agar pengaturan posisi duduk terasa lebih praktis. Kehadiran electric panoramic sunroof menjadi salah satu elemen yang paling mudah dirasakan manfaatnya karena membantu kabin terasa lebih terbuka.
Efeknya bukan hanya soal tampilan yang lebih mewah, tetapi juga soal persepsi ruang di dalam kabin. Fitur ini membantu mengurangi kesan tertutup, sehingga udara visual di dalam mobil terasa lebih ringan.
Dengan kombinasi tersebut, Eksion tidak sekadar menjual teknologi elektrifikasi. SUV ini juga mencoba menyodorkan pengalaman yang lebih lengkap, mulai dari desain yang berani, kabin yang terasa premium, sampai karakter berkendara yang sudah terasa cukup matang untuk dilihat lebih serius di segmen SUV elektrifikasi.
