WuXi AppTec memilih melawan keputusan Pentagon yang memasukkan namanya ke daftar perusahaan China terkait militer. Perusahaan bioteknologi itu menilai langkah pemerintah Amerika Serikat tersebut sewenang-wenang, tidak didukung fakta, dan merusak reputasi serta operasional bisnisnya.
Gugatan diajukan ke pengadilan federal Washington D.C. pada Kamis (11/6), dengan permintaan agar nama WuXi dihapus dari daftar tersebut. Langkah hukum ini menempatkan salah satu perusahaan bioteknologi terbesar asal China itu langsung berhadapan dengan kebijakan keamanan nasional Amerika Serikat.
Dampak Daftar Hitam Pentagon Kian Nyata
Masuknya WuXi ke daftar Pentagon datang di tengah perluasan daftar hitam perusahaan China menjadi 188 entitas. Menurut Washington, daftar itu disusun karena kekhawatiran militer China dapat memanfaatkan sektor swasta untuk mendukung pengembangan teknologi dan kemampuan pertahanan.
Pembatasan yang menyertai daftar itu juga semakin ketat. Departemen Pertahanan tidak dapat menjalin kontrak dengan perusahaan yang masuk daftar tersebut mulai akhir bulan ini.
Aturan itu akan makin menekan pada 2027, ketika pemerintah AS dilarang membeli produk atau jasa perusahaan dalam daftar melalui pihak ketiga. Meski begitu, tercantum di daftar Pentagon tidak otomatis berarti perusahaan terkena sanksi resmi.
Alasan Pentagon dan Bantahan WuXi
Pentagon menyatakan penyematan nama WuXi didasarkan pada dugaan bahwa perusahaan itu secara tidak langsung dimiliki oleh State-owned Assets Supervision and Administration Commission atau SASAC. Pentagon juga menilai WuXi memiliki hubungan tidak langsung dengan Tentara Pembebasan Rakyat China dan State Administration for Science, Technology and Industry for National Defense atau SASTIND.
WuXi sebelumnya sudah membantah tuduhan itu. Pimpinan perusahaan menulis kepada pelanggan bahwa WuXi AppTec bukan perusahaan militer China.
Nama Besar Lain Ikut Terseret
WuXi bukan satu-satunya entitas yang baru ditambahkan Pentagon. Alibaba, Baidu, BYD, dan NIO juga masuk dalam pembaruan daftar tersebut, yang setidaknya dilakukan sekali dalam setahun.
Perusahaan yang tercantum masih memiliki peluang mengajukan permohonan untuk dikeluarkan dari daftar. Namun, selama status itu bertahan, tekanan terhadap hubungan bisnis mereka dengan Amerika Serikat tetap besar.
Bisnis Global yang Terancam Terganggu
WuXi didirikan pada tahun 2000 dan menyebut dirinya menyediakan layanan penelitian, pengembangan, dan manufaktur. Layanannya digunakan oleh lebih dari 4.000 perusahaan farmasi dan ilmu hayati di seluruh dunia, termasuk lebih dari 1.200 pelanggan di Amerika Serikat.
Berdasarkan data Reuters, nilai pasar WuXi saat ini sekitar US$43 miliar. Skala itu membuat dampak dari keputusan Pentagon berpotensi meluas, bukan hanya pada reputasi, tetapi juga pada akses pasar dan kesinambungan bisnis internasionalnya.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana ketegangan keamanan teknologi antara Washington dan Beijing kini ikut menyeret perusahaan swasta besar ke ruang sidang. Bagi WuXi AppTec, pertarungan berikutnya bukan lagi sekadar soal citra, melainkan juga soal kelangsungan bisnis globalnya di pasar Amerika Serikat.
Source: www.cnbcindonesia.com






