Xforce HEV Dirakit Lokal, Mitsubishi Siapkan SUV Hybrid dengan Harga di Atas Versi Bensin

Mitsubishi bersiap meluncurkan SUV hybrid yang kuat mengarah ke Xforce HEV pada 16 Juli. Model ini disebut akan dirakit secara lokal, sebuah langkah penting karena membawa sistem penggerak berbeda dari Xforce bensin yang telah dipasarkan.

Produksi dalam negeri berpotensi memberi Mitsubishi ruang untuk mengurangi ketergantungan pada impor utuh setelah peluncuran. Namun, perakitan lokal belum serta-merta menjamin harga Xforce HEV akan setara dengan varian bensin.

Xforce bensin saat ini dipasarkan mulai Rp390 juta hingga Rp432,5 jutaan, bergantung wilayah penjualan. Harga resmi versi hybrid belum diumumkan, tetapi teknologi elektrifikasi berpeluang membuat banderolnya berada di atas model konvensional.

Tenaga dan Torsi Lebih Tinggi

Bekal teknis Xforce HEV dapat dilihat dari model yang telah dipasarkan di Thailand sejak Maret tahun lalu. SUV tersebut menggunakan mesin 1.600 cc dengan sistem hybrid yang menghasilkan tenaga gabungan 116 hp dan torsi 255 Nm.

Angka itu lebih besar dibandingkan keluaran mesin bensinnya tanpa dukungan hybrid, yang tercatat 79 hp dan 134 Nm. Sistem elektrifikasi menjadi elemen utama yang mendukung performa sekaligus diarahkan untuk menjaga emisi lebih rendah.

KomponenXforce HEVMesin Bensin Tanpa Hybrid
Kapasitas mesin1.600 cc1.600 cc
Tenaga116 hp79 hp
Torsi255 Nm134 Nm

Selain mengusung sistem penggerak baru, Xforce HEV di Thailand juga mendapat pembaruan pada tampilan. Salah satu perbedaannya terlihat pada desain grille dibandingkan versi konvensional.

Teaser Mengarah ke Varian Hybrid

Dugaan mengenai kehadiran Mitsubishi Xforce HEV menguat setelah Mitsubishi menyebarkan teaser bertajuk “Elevated Urban SUV”. Siluet kendaraan dan bentuk lampu daytime running light dalam materi tersebut memiliki kemiripan dengan Xforce.

Menurut ridertua.com, Mitsubishi memilih membawa SUV hybrid, bukan mobil listrik penumpang murni, untuk pasar Indonesia. Produk listrik Mitsubishi yang telah dipasarkan di dalam negeri saat ini adalah L100, van mini untuk kebutuhan niaga.

Pilihan ini menempatkan Mitsubishi pada jalur berbeda saat sejumlah kompetitor menawarkan SUV dan MPV listrik di berbagai rentang harga. Di pasar hybrid, Toyota lebih dahulu membangun posisi melalui model seperti Kijang Innova Zenix dan Veloz HEV.

Peluang Tampil di GIIAS 2026

Setelah peluncuran 16 Juli, Xforce HEV berpeluang kembali diperkenalkan pada GIIAS 2026. Pameran tersebut dapat menjadi ruang bagi Mitsubishi untuk memperluas pengenalan mobil hybrid pertamanya di Indonesia.

Mitsubishi juga memiliki opsi Xpander HEV yang dinilai berpotensi untuk pasar domestik. Namun, model MPV hybrid itu belum dipilih untuk dijual karena perusahaan menilai waktunya belum tepat.

Fokus awal pada Xforce HEV menunjukkan pendekatan elektrifikasi yang dilakukan secara bertahap. Respons pasar, keputusan harga, dan persaingan dengan model hybrid lain akan menentukan langkah Mitsubishi berikutnya di Indonesia.

Berita Terkait