Komitmen Xi Jinping kepada Kim Jong Un di Pyongyang mengirim pesan yang sangat jelas: Beijing ingin menjaga Korea Utara tetap dekat dalam orbit politik dan strategisnya. Dalam pertemuan itu, Xi menegaskan bahwa dukungan China tidak akan mengendur dan bahwa hubungan kedua negara harus terus dijaga di jalur yang lebih erat.
Sikap tersebut menjadi perhatian karena muncul di tengah langkah diplomatik China yang juga aktif ke sejumlah pemimpin dunia lain. Di saat Beijing memperluas jejaring hubungan internasionalnya, hubungan dengan Pyongyang justru ditegaskan sebagai salah satu prioritas yang tidak berubah.
Xi mendorong China dan Korea Utara untuk membawa hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi. Arah kerja sama yang ditekankan tidak hanya menyentuh politik, tetapi juga penegakan hukum dan militer, sehingga hubungan kedua negara diposisikan sebagai kemitraan yang lebih luas dan lebih dalam.
Di bidang ekonomi, Beijing juga membuka ruang kerja sama yang lebih besar. Sektor perdagangan, pertanian, konstruksi, dan teknologi disebut sebagai area yang dapat diperkuat, menandakan bahwa hubungan kedua negara tidak berhenti pada simbol persahabatan dan kepentingan keamanan semata.
Dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Tiongkok, Xi menyebut persahabatan tradisional kedua negara akan tetap tidak berubah apa pun situasi internasional yang terjadi. Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap kepemimpinan Kim Jong Un di Korea Utara tetap kuat.
Pesan itu tidak hanya berkaitan dengan hubungan dua negara, tetapi juga membawa muatan regional yang lebih luas. Xi meminta Kim untuk menentang hegemoni, otoritarianisme, dan berbagai upaya yang dianggap dapat menghidupkan kembali militerisme.
Seruan tersebut memperlihatkan bahwa pembicaraan di Pyongyang menyentuh kekhawatiran keamanan yang lebih besar di kawasan. China menekankan bahwa kedua negara perlu bersama-sama menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan masing-masing.
Lawatan Xi ke Korea Utara juga memiliki bobot simbolis yang kuat karena menjadi kunjungan kenegaraan pertamanya ke negara itu sejak 2019. Kunjungan ini berlangsung di tengah upaya Beijing memperkuat jaringan hubungan internasionalnya dan mempertegas posisi Pyongyang sebagai mitra penting.
Xi tiba di Pyongyang bersama istrinya, Peng Liyuan, dan disambut Kim Jong Un bersama istrinya, Ri Sol Ju, di bandara setempat. Penyambutan berlangsung dengan upacara militer dan suasana meriah menurut laporan media setempat.
Kunjungan dua hari itu bertepatan dengan peringatan 65 tahun perjanjian persahabatan antara China dan Korea Utara. Di berbagai tempat terlihat spanduk bertema “persahabatan dan persatuan”, sementara bendera kedua negara dipasang berdampingan sebagai penanda hubungan yang ingin terus ditonjolkan.
Selama berada di Pyongyang, Xi menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama membawa hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi. Ia juga mengatakan bahwa dirinya merasa sangat senang dan merasakan kedekatan yang istimewa dengan Kim.
Bagi Korea Utara, penegasan dukungan langsung dari Xi menjadi sinyal bahwa China masih menjadi sandaran utama di tengah tekanan dan perubahan geopolitik kawasan. Bagi Beijing, hubungan dekat dengan Pyongyang tetap dipandang penting untuk menjaga pengaruh dan lingkungan strategis yang menguntungkan kepentingannya.
Source: www.viva.co.id






