Xiaomi EV Ubah Strategi Baterai, Sunwoda Dan CALB Dipilih Untuk SUV EREV Baru Skynomad

Author: Redaksi Android62

Xiaomi EV mulai menyiapkan pola pasokan baterai yang lebih beragam untuk model baru yang dikaitkan dengan sub-merek Skynomad. Dalam skema itu, Sunwoda disebut akan menyuplai 60 persen kebutuhan baterai, sementara CALB menangani 40 persen untuk mobil bernama Kunlun.

Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa Xiaomi EV tidak hanya mengejar ekspansi produk, tetapi juga ingin memperkuat kendali atas rantai pasok. Dengan membagi pasokan ke dua pemasok, perusahaan punya ruang negosiasi yang lebih luas dan tidak terlalu bergantung pada segelintir pemain besar.

Arah baru lewat model Kunlun

Model anyar ini disebut membawa kode internal Kunlun N3 dan akan meluncur secara resmi pada paruh kedua 2026. Kendaraan tersebut dikaitkan dengan rencana Xiaomi EV masuk lebih dalam ke pasar EREV keluarga yang persaingannya cukup padat.

Kunlun N3 disebut sebagai SUV extended-range ukuran penuh dengan panjang lebih dari 5,3 meter. Mobil ini juga diperkirakan memakai paket baterai besar di atas 70 kWh, dengan jarak tempuh listrik murni 400 hingga 500 kilometer.

Posisi harga disiapkan lebih agresif

Di sisi pasar, merek Skynomad diperkirakan diposisikan di sekitar 200.000 yuan, atau sekitar $29.450. Harga itu menempatkannya lebih rendah dibanding banyak model EREV populer yang saat ini beredar di China.

Strategi tersebut tampak diarahkan ke keluarga yang membutuhkan SUV besar dengan jangkauan lebih panjang, tetapi tetap berada di kisaran harga yang lebih terjangkau. Di pasar China, tujuh dari 10 SUV extended-range terlaris pada 2025 berasal dari Li Auto dan Aito yang didukung Huawei, dan semuanya dibanderol di atas 250.000 yuan.

Pola pasokan Xiaomi EV mulai berubah

Untuk SU7 dan YU7 yang sudah ada, Xiaomi EV masih terutama mengandalkan baterai dari CATL dan BYD. Namun, masuknya Sunwoda dan CALB pada model baru menunjukkan perusahaan ingin membentuk struktur pasokan yang lebih beragam.

Hingga akhir April 2026, akumulasi pengiriman Xiaomi EV mendekati 700.000 unit. Dari seluruh kendaraan yang sudah terkirim itu, porsi pasokan baterai CATL masih melampaui 80 persen.

Sumber yang dikutip 21jingji menyebut Xiaomi ingin memperoleh inisiatif yang lebih besar dalam pengelolaan rantai pasok. Pemasok di luar CATL dan BYD dinilai umumnya lebih kooperatif, sehingga memberi ruang tawar yang lebih luas bagi Xiaomi.

Dua pemasok dengan posisi penting di segmen hybrid

Masuknya Sunwoda dan CALB juga menarik karena keduanya punya posisi aktif di pasar baterai hybrid. Kapasitas terpasang kumulatif baterai hybrid Sunwoda telah melampaui 1,5 juta unit, sedangkan CALB disebut akan mulai melakukan pengiriman massal produk baterai hybrid pada 2026.

Di pasar baterai daya China, persaingan tetap ketat. Data China Automotive Battery Innovation Alliance menunjukkan CATL memimpin pada April 2026 dengan pangsa 46,64 persen, disusul BYD di posisi kedua dengan 16,83 persen.

Pada bulan yang sama, CALB berada di peringkat keempat dengan pangsa 6,26 persen, sementara Sunwoda menempati posisi kesembilan dengan 2,40 persen. Kombinasi ini menunjukkan Xiaomi memilih pemasok yang lebih kecil dari dua dominan utama, tetapi tetap relevan untuk kendaraan hybrid dan EREV.

Rumor tentang merek kedua Skynomad sendiri sudah beredar di beberapa media otomotif China sejak awal bulan ini. Foto-foto kamuflase SUV extended-range tersebut juga kerap muncul, meski status Skynomad masih belum pasti, apakah akan menjadi merek independen atau hanya lini produk baru di bawah struktur Xiaomi EV.

Source: cnevpost.com
Berita Terbaru