Xiaomi Ingatkan Harga Ponsel Bisa Naik Lagi, Pembeli Disarankan Jangan Menunda

Author: Redaksi Android62

Xiaomi memberi sinyal bahwa harga smartphone di Indonesia masih bisa bergerak naik bila tekanan biaya terus berlanjut. Di tengah kondisi itu, perusahaan justru mendorong calon pembeli yang sudah berencana ganti ponsel untuk tidak terlalu lama menunda keputusan.

Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, menyampaikan pandangan tersebut di Jakarta, Selasa (2/6/2026). Ia menegaskan bahwa Xiaomi tidak menutup mata terhadap pelemahan rupiah yang kini ikut menekan industri perangkat.

Menurut Andi, tekanan yang dihadapi pasar tidak datang dari satu sisi saja. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kondisi rantai pasok global, dan keterbatasan pasokan komponen memori sama-sama memberi beban pada biaya produksi.

Biaya produksi ikut terdorong

Andi menjelaskan bahwa harga perangkat sangat dipengaruhi banyak faktor yang saling terhubung. Salah satu yang paling disorot adalah kelangkaan komponen RAM dan memori yang masih menjadi perhatian karena dapat membuat biaya produk naik.

Xiaomi pun menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi secara menyeluruh. Perusahaan tidak hanya melihat kurs, tetapi juga perubahan industri yang membuat harga komponen bergerak cepat.

Saat ditanya mengenai peluang kenaikan harga perangkat Xiaomi, Andi tidak memberi jawaban pasti. Ia tidak memastikan harga akan naik, tetapi juga tidak menutup kemungkinan itu terjadi.

Ia menilai dampak tekanan tersebut sudah terasa di industri smartphone secara keseluruhan. “Saya tidak menjawab tidak (terjadi kenaikkan harga), saya juga tidak menjawab ya. Tapi memengaruhi? Ya, pasti akan memengaruhi. Dolar naik, memori juga masih langka, tentu faktor-faktor itu berpengaruh,” ujarnya.

Strategi produk disesuaikan

Di tengah kondisi biaya yang menekan, Xiaomi menyiapkan penyesuaian strategi produk agar tetap kompetitif di pasar Indonesia. Fokusnya adalah menghadirkan perangkat yang paling relevan dengan kebutuhan konsumen di berbagai segmen harga.

Andi mengatakan bahwa nilai sebuah produk tidak hanya dilihat dari banderolnya. Manfaat dan fitur yang diterima konsumen juga menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan.

Karena itu, Xiaomi ingin menawarkan perangkat yang sesuai dengan target audiens. Langkah tersebut dipakai untuk menjaga daya saing sekaligus memberi nilai lebih bagi konsumen yang mencari keseimbangan antara harga dan fitur.

Isyarat untuk calon pembeli

Andi juga memberi pesan yang cukup jelas kepada konsumen yang memang sudah berencana membeli ponsel baru. Menurutnya, semakin cepat membeli, semakin baik, karena masih ada kemungkinan harga naik lagi.

Ia menambahkan bahwa waktu terjadinya perubahan harga belum bisa dipastikan. Namun, pernyataan itu menunjukkan bahwa pelemahan rupiah sudah masuk ke pertimbangan bisnis produsen smartphone, termasuk dalam menentukan arah harga dan strategi produk di Indonesia.

Source: selular.id
Berita Terbaru