Xiaomi YU7 GT Menangi Nurburgring Tanpa Sopir, AI Tembus Green Hell

Xiaomi YU7 GT mencatat capaian yang jarang terjadi di dunia otomotif: menuntaskan satu putaran penuh Sirkuit Nurburgring Nordschleife tanpa intervensi tangan manusia. Mobil listrik performa tinggi itu melaju dengan mode kemudi otonom penuh aktif dan membukukan waktu 10 menit 29,483 detik.

Hasil tersebut menempatkan Xiaomi YU7 GT sebagai kendaraan komersial pertama di dunia yang disebut mampu menaklukkan “Green Hell” tanpa campur tangan pengemudi. Capaian ini juga menegaskan bahwa teknologi otonom kini tidak lagi terbatas pada penggunaan harian, tetapi mulai diuji dalam kondisi paling ekstrem.

Teknologi otonom jadi pusat perhatian

Untuk menghadapi karakter Nordschleife yang penuh tikungan tajam, sudut buta, dan perubahan elevasi ekstrem, Xiaomi membekali mobil ini dengan sistem Xiaomi Pilot Ultra generasi terbaru. Sistem tersebut menggabungkan sensor LiDAR ganda beresolusi tinggi, belasan kamera pemindai lingkungan 360 derajat, serta radar gelombang milimeter.

Seluruh data itu diproses secara real-time oleh cip ganda Nvidia Drive Orin. Dari sana, algoritma jaringan saraf tiruan membantu sistem memprediksi titik pengereman, menentukan racing line, dan memberi koreksi setir seketika saat ban mulai menunjukkan gejala slip.

Performa tri-motor yang sangat agresif

Di balik kemampuan otonomnya, Xiaomi YU7 GTS mengusung konfigurasi tiga motor listrik dengan penggerak AWD. Total tenaga puncaknya mencapai 738 kW atau setara 1.003 hp.

Angka itu membuat akselerasi 0-100 km/jam selesai dalam 2,92 detik. Kecepatan maksimumnya juga disebut mampu menyentuh 300 km/jam.

Baterai besar, termal tinggi, dan rem kuat

Mobil ini memakai baterai lithium berkapasitas 101,7 kWh yang dirancang agar mampu menyalurkan daya besar secara konsisten tanpa cepat kehilangan performa karena panas berlebih. Arsitektur kelistrikan 897V membantu sistem manajemen termal menjaga suhu sel tetap ideal, termasuk saat mobil dipacu kencang di lintasan lurus panjang Döttinger Höhe.

Dalam penggunaan harian, baterai penuh mobil ini diklaim sanggup menempuh jarak hingga 705 km berdasarkan standar pengujian CLTC. Xiaomi juga melengkapinya dengan rem cakram karbon keramik berdiameter besar untuk membantu deselerasi sebelum memasuki tikungan tajam di sirkuit.

Selain itu, penggunaan material serat karbon pada panel bodi utama membantu menekan bobot kendaraan dan menjaga distribusi massa tetap seimbang. Kombinasi ini mendukung kelincahan mobil saat bermanuver di lintasan yang menuntut presisi tinggi.

Meski catatan waktunya masih sekitar 3 menit 7 detik lebih lambat dibandingkan kendali pembalap manusia, hasil tersebut tetap menunjukkan kemajuan besar pada mobil otonom performa tinggi. Xiaomi YU7 GT kini diposisikan bukan hanya sebagai mobil listrik bertenaga besar, tetapi juga sebagai bukti bahwa AI dan perangkat keras kendaraan sudah bisa bekerja bersama di kondisi yang sangat ekstrem.

Source: carvaganza.com

Berita Terkait