Xiaomi YU7 GT Siapkan 990 Hp dan Jarak Tempuh 705 Km, Touring Lebih Diprioritaskan dari Track

Xiaomi YU7 GT tampil dengan pendekatan yang berbeda dari SUV listrik performa tinggi pada umumnya. Mobil ini disebut membawa tenaga puncak 990 hp, tetapi Xiaomi tidak menempatkannya sebagai model “Ultra” karena arah pengembangannya lebih menonjolkan karakter touring daripada fokus murni ke lintasan.

Bukan Ultra, karena orientasinya berbeda

Label “Ultra” di Xiaomi dipakai untuk mobil yang benar-benar diarahkan ke performa puncak di sirkuit. Pola itu sudah terlihat pada Xiaomi SU7 Ultra, sedan listrik yang lebih dulu hadir dan diklaim menjadi mobil tercepat ketiga di Nürburgring.

SU7 Ultra membawa tenaga gabungan 1.526 hp, akselerasi 0-100 km/jam dalam 1,98 detik, serta kecepatan puncak 359 km/jam. Dengan karakter seperti itu, Xiaomi memisahkan posisinya dari YU7 GT yang justru dirancang sebagai SUV listrik berperforma tinggi untuk perjalanan.

Xiaomi menyebut YU7 GT sebagai “SUV setara sports car untuk perjalanan”. Kalimat itu menegaskan bahwa mobil ini tidak hanya mengejar angka tenaga, tetapi juga kenyamanan, kemewahan, dan kemampuan menempuh jarak jauh.

Jarak tempuh jadi nilai penting

Karakter touring YU7 GT terlihat dari paket baterainya. Model ini memakai baterai 101,7 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 705 km menurut standar CLTC.

Angka tersebut lebih besar dibanding SU7 Ultra yang menggunakan baterai 93,7 kWh dengan klaim jarak tempuh 620 km. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa YU7 GT tidak disiapkan hanya untuk performa, tetapi juga untuk efisiensi dalam perjalanan jauh.

Di sisi lain, Xiaomi belum membuka satu detail penting untuk model ini. Hingga kini, akselerasi 0-100 km/jam YU7 GT belum diumumkan secara resmi.

Dua motor dengan tenaga besar

Untuk sistem penggerak, YU7 GT mengandalkan dua motor listrik. Motor depan menghasilkan 386 hp, sedangkan motor belakang menyumbang 604 hp.

Gabungan keduanya menghasilkan tenaga puncak 990 hp. Tenaga itu dipadukan dengan rear axle torque vectoring untuk membantu menjaga stabilitas dan karakter berkendaranya.

Xiaomi juga membekali mobil ini dengan suspensi udara. Kombinasi itu mendukung kenyamanan sekaligus pengendalian, sesuai dengan tujuan YU7 GT sebagai SUV kencang untuk penggunaan yang lebih luas.

Sistem pengeremannya pun dibuat serius. YU7 GT memakai rem karbon-keramik dari Brembo dan kaliper rem berukuran besar.

Tampilan agresif dan diuji di Nürburgring

Dari sisi visual, YU7 GT membawa bahasa desain yang agresif. Mobil ini memakai splitter depan yang tegas, diffuser belakang, serta pelek 21 inci.

Xiaomi juga menyebut adanya 10 jalur airflow pada mobil ini. Detail aerodinamika tersebut penting karena YU7 GT ditujukan untuk bisa melaju hingga 300 km/jam sambil tetap menjaga stabilitas.

Menariknya, walau bukan model berlabel Ultra, pengujiannya tetap dilakukan di Nürburgring Nordschleife. Langkah itu menunjukkan bahwa Xiaomi tetap serius memvalidasi kemampuan dinamis kendaraan ini.

Unit mulai muncul di fasilitas produksi

Menjelang debut dunianya pada akhir Mei, unit-unit YU7 GT mulai terlihat di fasilitas produksi. Kemunculan ini memancing perhatian karena mobil yang beredar dalam foto tampak memakai warna eksterior burgundy.

Penampakan itu juga memberi sinyal bahwa model tersebut sudah memasuki tahap persiapan akhir sebelum peluncuran resmi. Unit-unit yang menumpuk disebut akan dipakai sebagai display di jaringan showroom Xiaomi Auto sebelum dipasarkan lebih luas di China.

Source: otodriver.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer