XLSMART menargetkan sedikitnya 1.000 talenta muda Indonesia masuk ke dunia kerja lewat program Future Ready. Sasaran itu menjadi penanda bahwa perusahaan tidak hanya mengejar jumlah peserta pelatihan, tetapi juga hasil nyata berupa magang dan pekerjaan.
Program tersebut disusun bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia untuk menutup jarak antara kemampuan tenaga kerja dan kebutuhan industri digital. Langkah ini muncul di tengah kebutuhan talenta yang kian spesifik, mulai dari Artificial Intelligence, analitik data, komputasi awan, keamanan siber, hingga teknologi jaringan.
Jalur belajar yang diarahkan ke kerja
Future Ready dibangun sebagai ekosistem pembelajaran digital yang terintegrasi. Peserta tidak berhenti pada kelas pelatihan, tetapi juga dapat mengikuti sertifikasi, mentoring, pengalaman magang, dan akses menuju peluang kerja nyata.
Model ini menempatkan proses belajar sebagai awal dari perjalanan yang lebih panjang. Dengan pendekatan tersebut, XLSMART mengusung konsep learning to earning agar keterampilan yang diperoleh tidak berhenti di sertifikat.
Presiden Direktur dan CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kualitas jaringan. Menurut dia, kualitas sumber daya manusia sama pentingnya untuk memastikan perubahan teknologi benar-benar berdampak.
Rajeev juga menilai Indonesia tidak kekurangan program pelatihan. Tantangan yang lebih besar justru ada pada cara menghubungkan pembelajaran dengan kesempatan kerja yang tersedia secara nyata.
Didukung pemerintah dan mitra industri
Peluncuran Future Ready mendapat apresiasi dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli. Ia menilai sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lain dibutuhkan agar talenta digital Indonesia lebih adaptif dan kompetitif.
Dukungan juga datang dari internal perusahaan. Director dan Chief People Officer XLSMART, Jeremiah Ratadhi, menyebut seluruh tahapan program disusun berdasarkan kebutuhan nyata industri yang terus berkembang.
Sejauh ini, Future Ready telah menggandeng ZTE dan Eka Tjipta Foundation sebagai mitra strategis. XLSMART juga menyiapkan perluasan kolaborasi dengan perusahaan teknologi, institusi pendidikan, komunitas, dan platform pembelajaran lainnya.
Target jangkauan dan hasil yang diukur
Selain menargetkan 1.000 talenta masuk ke dunia kerja, XLSMART ingin menjangkau 1 juta talenta muda Indonesia melalui aplikasi Sisternet dan laman Future Ready. Perusahaan juga membidik 10.000 sertifikat penyelesaian pelatihan sebagai salah satu capaian program.
Seluruh target itu menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan Future Ready tidak dibatasi pada banyaknya peserta yang mendaftar. XLSMART justru menempatkan serapan kerja, sertifikasi, dan jangkauan peserta sebagai indikator utama.
Selaras dengan penguatan jaringan digital
XLSMART menempatkan pemerataan akses digital dan peningkatan kompetensi masyarakat sebagai dua hal yang berjalan bersamaan. Perusahaan telekomunikasi ini juga terus memperluas kualitas jaringan melalui pengembangan infrastruktur dan implementasi 5G Blanket Coverage di berbagai wilayah Indonesia.
Karena itu, Future Ready diposisikan sebagai penghubung antara akses, keterampilan, dan peluang kerja. Melalui program ini, XLSMART berharap semakin banyak masyarakat memiliki jalur karier yang lebih jelas setelah menyelesaikan pelatihan.
Program tersebut juga ditegaskan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman antara XLSMART dan Kementerian Ketenagakerjaan RI. Kerja sama itu memperkuat arah pengembangan talenta digital sebagai bagian dari upaya membangun kesiapan kerja nasional yang lebih terstruktur.







