XLSMART menargetkan 10 ribu sertifikasi kompetensi digital dan 1000 anak muda untuk memperoleh kesempatan magang maupun pekerjaan lewat program Future Ready. Inisiatif ini diposisikan sebagai ekosistem yang menghubungkan belajar hingga bekerja, bukan sekadar pelatihan singkat.
Program tersebut dibuka bersama Kementerian Ketenagakerjaan di XLSMART Towers, Rasuna Said, Jakarta Selatan. Peserta dapat mengakses platform futureready.xlsmart.co.id untuk mengikuti kelas e-learning gratis, bootcamp, sertifikasi kompetensi, hingga peluang karier dan magang.
CSR yang diarahkan ke pengembangan tenaga kerja
Merza Fachys, Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, menyebut Future Ready sebagai tonggak baru dalam perjalanan perusahaan membangun talenta digital. Ia menjelaskan bahwa program ini melanjutkan tahap sebelumnya, mulai dari skill ready, lalu career ready, dan kini future ready.
Merza juga menegaskan bahwa program tersebut tidak diperlakukan sebagai CSR yang berhenti pada kegiatan amal semata. Menurutnya, CSR harus menjadi sarana pengembangan sumber daya manusia Indonesia dari learning sampai earning.
XLSMART mengklaim Future Ready sebagai program pertama di industri telekomunikasi yang menghubungkan proses belajar dan kerja dalam satu ekosistem. Melalui pendekatan itu, peserta tidak hanya dibekali materi, tetapi juga diarahkan menuju kesempatan nyata di dunia kerja.
Fokus pada perempuan dan kepemimpinan
Peluncuran Future Ready juga dibarengi dengan pengumuman Sisternet Female Future Leaders Batch 2. Program ini menjadi kelanjutan dari batch pertama yang disebut telah melahirkan banyak pemimpin perempuan di berbagai bidang.
Fokus program tersebut adalah memperkuat perempuan Indonesia agar lebih siap bersaing di dunia profesional. Merza menyebut Sisternet Female Future Leaders sebagai wadah yang memberi banyak kesempatan bagi perempuan untuk tumbuh menjadi profesional, inovator, dan pemimpin.
Dengan masuknya batch kedua, XLSMART berharap program ini terus membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk mengasah kemampuan diri. Sasaran akhirnya bukan hanya peningkatan kapasitas personal, tetapi juga akses menuju posisi strategis di berbagai sektor industri.
Pemerintah soroti tantangan kompetensi digital
Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, Ph.D., hadir dalam peluncuran dan menyampaikan apresiasi kepada XLSMART. Ia menegaskan pemerintah terbuka terhadap kerja sama seperti ini karena tantangan pengembangan sumber daya manusia digital tidak ringan.
Yassierli memaparkan bahwa Digital Competitiveness Index Indonesia berada di peringkat 51 dari sekitar 60 negara. Di kawasan Asia Pasifik, posisi Indonesia ada di peringkat 15, sementara rata-rata tingkat penguasaan digital masih di angka 30.
Menurutnya, data itu menunjukkan bahwa skill masih menjadi persoalan besar yang harus dijawab bersama oleh pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan. Ia menilai kesenjangan kompetensi digital akan semakin melebar bila tidak diantisipasi lewat kolaborasi lintas sektor.
Kolaborasi yang diharapkan berlanjut
Yassierli berharap kerja sama Kemnaker dan XLSMART tidak berhenti pada seremoni peluncuran. Ia mendorong agar kolaborasi ini berlanjut dalam bentuk aksi nyata yang memberi dampak langsung.
Ia juga membuka peluang keterlibatan XLSMART dalam penyempurnaan kurikulum pelatihan vokasi milik Kemnaker. Paket-paket pelatihan yang dimiliki Kemnaker disebut bisa disinkronkan, termasuk kebutuhan meninjau kurikulum, menyempurnakannya, dan meningkatkan kualitas para instruktur.
Jika rencana itu terwujud, dampaknya tidak hanya dirasakan peserta Future Ready. Kolaborasi tersebut juga berpotensi memperkuat ekosistem pelatihan vokasi secara nasional dan mempercepat lahirnya talenta digital yang siap kerja.
