Xpeng Bukan Cuma Mobil Listrik, Robot, AI, Dan Mobil Terbangnya Sudah Bergerak Serius

Author: Redaksi Android62

Di markas besar Xpeng di Guangzhou, arah perusahaan ini terlihat jauh melampaui penjualan mobil listrik. Di satu tempat, pengembangan mobil terbang, robot humanoid, serta sistem produksi berbasis kecerdasan buatan berjalan dalam satu visi besar yang saling terhubung.

Pola itu membuat Xpeng tampak sedang membangun ekosistem mobilitas masa depan, bukan hanya pabrikan yang fokus pada kendaraan jalan raya. Mobil listrik tetap menjadi fondasi, tetapi perusahaan asal China yang berdiri pada 2014 itu jelas menempatkan teknologi sebagai inti strategi bisnisnya.

Mobil pintar jadi dasar pengembangan

Salah satu gambaran paling jelas dari arah tersebut terlihat lewat lini kendaraan Xpeng. Senior Brand Director Xpeng Motor, Daniel Wu, menyebut perusahaan punya pandangan yang sangat jauh ke depan dan melihat penerapan teknologi “bukan hanya dari satu sisi saja namun pada hal yang lebih luas.”

Pernyataan itu tercermin pada produk yang mereka tampilkan, termasuk GX, SUV terbesar dan termewah Xpeng. Model yang meluncur di ajang China Auto 2026 atau Beijing Auto Show 2026 itu dibekali steering by wire dan sistem kemudi otonom generasi terbaru.

Kehadiran teknologi tersebut menegaskan bahwa Xpeng tidak hanya mengejar elektrifikasi. Arah pengembangannya bergerak ke mobil cerdas yang makin mandiri dalam berkendara, sekaligus memperlihatkan ambisi perusahaan di segmen kendaraan pintar.

Pabriknya sudah dipenuhi robot dan AI

Di luar produk, fasilitas produksi Xpeng di Guangzhou menunjukkan sisi lain dari strategi mereka. Proses perakitan di sana memanfaatkan robot dan teknologi AI dalam jumlah besar untuk mendukung manufaktur.

Pendekatan itu membantu perusahaan menjaga efisiensi serta presisi dalam produksi. Bagi Xpeng, otomatisasi bukan sekadar alat untuk mempercepat pekerjaan, tetapi juga cara mempertahankan konsistensi kualitas di tengah pengembangan produk yang berjalan agresif.

Langkah tersebut juga memperlihatkan bahwa kemampuan manufaktur menjadi bagian penting dari visi mobilitas cerdas Xpeng. Dalam industri kendaraan listrik yang makin kompetitif, efisiensi produksi ikut menentukan kekuatan perusahaan.

Langkah ke udara lewat Aridge

Ambisi Xpeng tidak berhenti di darat. Perusahaan ini juga masuk ke sektor transportasi udara melalui eVTOL atau electric Vertical Take-Off and Landing, yang dikembangkan lewat divisi mandiri bernama Aridge.

Kendaraan itu dirancang sebagai alternatif transportasi untuk membantu mengurangi kemacetan dan mempercepat mobilitas di kawasan perkotaan. Bentuknya disebut lebih mirip drone daripada helikopter, dengan enam rotor elektrik dan kapasitas dua penumpang.

Aridge menyebut kendaraan ini mampu terbang selama 20 menit dengan kecepatan 20-30 km/jam. Struktur utamanya menggunakan aluminium dan karbon, sehingga bobot tetap ringan namun tetap kuat untuk mendukung penerbangan.

Mobil terbang itu juga disebut akan mulai dikirimkan kepada pelanggan pada Oktober tahun ini. Daniel Wu mengatakan sudah ada 7 ribu pemesanan di China, dengan harga mulai 300 USD atau sekitar Rp 5,1 miliar.

Robot humanoid Iron ikut masuk dalam peta besar

Selain mobil dan kendaraan terbang, Xpeng juga mengembangkan robot humanoid bernama Iron. Robot ini dirancang untuk bergerak dengan luwes dan natural, sehingga mendekati cara manusia beraktivitas sehari-hari.

Keberadaan Iron memperluas cara melihat bisnis Xpeng. Robot itu tidak hanya diposisikan sebagai mesin kerja, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menyatukan AI, kendaraan cerdas, dan mobilitas masa depan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan rangkaian pengembangan tersebut, Xpeng membangun satu narasi teknologi yang saling mendukung. Mobil listrik, mobil terbang, dan robot humanoid tidak berdiri sendiri, melainkan ditempatkan dalam satu arah yang sama dari markas besarnya di Guangzhou.

Source: otodriver.com
Berita Terbaru