Rekor penjualan Xpeng GX langsung mencuri perhatian karena model ini disebut mampu menembus 24 ribu unit dalam sehari di China. Angka itu membuat SUV listrik ini masuk perbincangan lebih luas, termasuk di Indonesia.
Daya tarik GX tidak hanya datang dari angka penjualan, tetapi juga dari paket produknya yang besar, futuristis, dan bertenaga. Namun, peluangnya di pasar tanah air masih bergantung pada satu syarat penting, yakni ketersediaan versi setir kanan.
Paket besar dengan tiga pilihan penggerak
Xpeng GX hadir dalam tiga varian utama, yaitu EREV, BEV AWD, dan BEV RWD. Masing-masing menawarkan karakter yang berbeda, mulai dari efisiensi jarak jauh hingga tenaga besar untuk kebutuhan lebih agresif.
Varian EREV memakai mesin 1.5T dengan motor ganda yang menghasilkan tenaga maksimal 497 dk. Dengan baterai 63,3 kWh, versi ini diklaim mampu menempuh jarak listrik 430 km dan total jarak gabungan hingga 1.585 km menurut siklus CLTC.
| Varian | Tenaga | Baterai | Jarak Tempuh |
|---|---|---|---|
| EREV | 497 dk | 63,3 kWh | 430 km listrik, 1.585 km gabungan CLTC |
| BEV AWD | 577 dk | 110 kWh | Tidak disebutkan |
| BEV RWD | 362 dk | 91,9 kWh | 665 km |
Di atas kertas, kombinasi itu membuat GX tampil sebagai SUV listrik yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Varian EREV menjadi opsi paling menarik untuk pengguna yang membutuhkan daya jelajah panjang tanpa bergantung penuh pada pengisian listrik.
Desain besar yang menonjolkan kesan futuristis
Secara visual, Xpeng GX membawa bahasa desain modern yang tegas dan dibuat untuk tampil mencolok. Bagian depan memakai through-type light bar, dipadukan bumper agresif serta saluran udara dinamis.
Dari samping, siluetnya terlihat mengalir berkat floating roof, door handle tersembunyi, dan pelek multi-spoke. Pada bagian belakang, lampu dibuat selaras dengan tampilan depan sehingga kesan tangguh dan elegan tetap terjaga.
Dimensi bongsor dan kabin yang lapang
Ukuran GX menjadi salah satu alasan model ini mudah menyita perhatian. Seluruh varian memiliki panjang 5.265 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.800 mm, dan wheelbase 3.115 mm.
Dimensi tersebut menempatkan GX sebagai SUV besar dengan ruang kabin yang lega. Jarak sumbu roda yang panjang juga memperkuat kesan premium dan memberi proporsi yang seimbang untuk bodi sebesar itu.
| Ukuran | Nilai |
|---|---|
| Panjang | 5.265 mm |
| Lebar | 1.999 mm |
| Tinggi | 1.800 mm |
| Wheelbase | 3.115 mm |
Harga di China dan peluang masuk Indonesia
Di China, GX dipasarkan pada rentang 279.800 yuan hingga 359.800 yuan. Dalam konversi yang disebutkan, banderol itu setara sekitar Rp 730 jutaan sampai Rp 930 jutaan.
Model ini tersedia dalam delapan varian, sehingga konsumen memiliki banyak pilihan sesuai kebutuhan dan preferensi. Struktur itu memperkuat posisinya sebagai SUV listrik premium berskala besar dengan penawaran yang cukup lengkap.
Untuk Indonesia, pintu masuknya masih belum sepenuhnya terbuka karena GX yang pernah dipamerkan di Istora Senayan masih berkonfigurasi setir kiri. Iki Wibowo, CEO Xpeng Indonesia, menegaskan pihaknya baru akan mempertimbangkan model ini jika versi setir kanan sudah tersedia dari prinsipal.
Ia juga menjelaskan bahwa volume pasar Indonesia belum cukup besar untuk mendorong permintaan model khusus secara mudah. Dengan kondisi itu, kehadiran GX di pasar tanah air masih harus menunggu kesiapan produk dari pusat pengembangan merek tersebut.
Bagi pasar yang mencari teknologi, desain berbeda, dan daya jelajah panjang, GX menawarkan paket yang sangat kuat. Tantangan utamanya bukan pada daftar spesifikasi, melainkan pada kesiapan versi yang sesuai untuk kemudi kanan.
