XPENG Pamer Mobil Terbang, Drone, dan Robot Humanoid, Ambisi Mobilitas Tanpa Sopir Makin Jelas

XPENG semakin jelas tidak ingin berhenti sebagai produsen mobil listrik biasa. Perusahaan asal Tiongkok itu kini mendorong arah baru yang lebih luas, yaitu ekosistem mobilitas otonom yang mencakup kendaraan tanpa sopir, drone penumpang, hingga robot humanoid.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa XPENG melihat masa depan transportasi sebagai sistem yang saling terhubung, bukan sekadar satu produk. Di tengah kebutuhan kota yang makin padat, perusahaan ini ingin menawarkan perpindahan yang lebih pintar, lebih efisien, dan lebih terintegrasi.

Mobil, udara, dan robot dalam satu visi

Gambaran arah baru itu terlihat dalam ajang XPENG Physical AI “Immersive” China Tour 2026 di Guangzhou. Di sana, XPENG menampilkan sejumlah teknologi yang menjadi representasi dari ambisi mereka untuk mengubah mobilitas manusia secara menyeluruh.

James Wu, Vice President XPENG, menekankan bahwa perusahaan ingin membangun ekosistem yang berdampak lebih besar dari sekadar kendaraan listrik. Dalam visi tersebut, pengguna tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kemudi karena sistem otonom diharapkan membantu saat menghadapi lalu lintas padat.

XPENG juga menempatkan mobil terbang sebagai bagian penting dari pengembangan itu. Kendaraan udara diproyeksikan menjadi solusi untuk perjalanan di lingkungan berketinggian rendah agar perpindahan bisa berlangsung lebih efisien.

Land Aircraft Carrier jadi sorotan utama

Dari semua teknologi yang dipamerkan, XPENG AeroHT Land Aircraft Carrier menjadi model yang paling menonjol. Produk ini disebut sudah siap diproduksi dan menjadi bukti paling konkret bahwa konsep mobil terbang XPENG bukan lagi sekadar ide.

Land Aircraft Carrier dirancang sebagai MPV 6×6 yang berfungsi sebagai mothership. Kendaraan ini memiliki kapasitas dua penumpang dan dapat melepaskan modul pesawat terbang listrik secara otomatis.

Pendekatan itu memperlihatkan cara XPENG merancang mobilitas masa depan. Satu kendaraan utama dipakai di jalan, lalu modul udara digunakan ketika dibutuhkan untuk berpindah lebih cepat.

Bukan hanya kendaraan darat

XPENG tidak berhenti pada mobil dan modul terbang. Perusahaan juga memperlihatkan drone besar serta drone penumpang, yang memperluas gambaran bahwa pengembangan kendaraan udara memang menjadi bagian dari strategi serius mereka.

Robot humanoid juga ikut masuk ke dalam peta pengembangan perusahaan. Kehadirannya memperkuat kesan bahwa XPENG ingin melangkah lebih jauh dari identitas tradisional sebagai pabrikan otomotif.

Di sisi lain, kemampuan autonomous driving tetap menjadi fondasi yang dijaga. XPENG memandang teknologi ini penting untuk mengurangi ketergantungan pengguna pada aktivitas mengemudi manual, terutama di kota besar yang semakin padat.

Masih ada tantangan komersial

Meski agresif menggarap teknologi masa depan, XPENG tetap menyadari bahwa jalan bisnisnya belum mulus. Perusahaan menilai industri robot dan mobil terbang saat ini belum memiliki model bisnis yang benar-benar berjalan.

Pengakuan itu menegaskan bahwa XPENG masih berada dalam fase membangun fondasi. Strateginya bukan hanya mengejar penjualan cepat, tetapi menyiapkan posisi sejak awal sebelum pasar berkembang lebih matang.

James Wu menyebut XPENG ingin menjadi pihak pertama yang menikmati manfaat ekonomi ketika semuanya mulai berjalan. Pernyataan tersebut mencerminkan strategi perusahaan untuk masuk lebih awal dan membangun keunggulan di depan.

Melalui arah ini, XPENG ingin tampil sebagai penyedia ekosistem mobilitas otonom, bukan sekadar pembuat mobil. Perusahaan itu mendorong visi yang mencakup kendaraan pintar di darat, perjalanan udara di area berketinggian rendah, dan teknologi lain yang memperluas fungsi mobilitas dalam kehidupan sehari-hari.

Source: otodriver.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer