YTR Lega Taufik Hidayat Ditangkap, Keluarga Minta Hukuman Seberat-beratnya

Taufik Hidayat akhirnya ditangkap Polda Jawa Barat, dan kabar itu membuat YTR merasa jauh lebih tenang di tengah proses pemulihan yang masih ia jalani. Korban dugaan penyekapan dan penganiayaan itu menyebut penangkapan tersebut sebagai titik penting setelah lama hidup dalam ketakutan.

Di rumah sakit, YTR menyampaikan rasa lega saat berbicara bersama keluarga. Ia mengatakan kabar tertangkapnya pria yang diduga menyakitinya membuat dirinya lebih bahagia, lebih aman, dan lebih tenang karena proses hukum mulai bergerak.

Lega setelah pelaku diamankan polisi

YTR mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jawa Barat dan pihak-pihak yang membantu pengungkapan kasus tersebut. Ia juga menyebut nama Deddy dan jajaran kepolisian yang ikut menangani perkara itu.

“Alhamdulillah senang sekali, terima kasih Bapak Kapolda sudah membantu saya. Saya jadi lebih senang lagi, saya lebih bahagia lagi, dan saya lebih tenang karena dia sudah tertangkap,” ujar YTR.

Ucapan itu memperlihatkan bahwa beban psikologis yang ia rasakan belum hilang sepenuhnya. Meski sudah berada dalam pengawasan medis, YTR masih menjalani pemulihan fisik dan mental yang membutuhkan waktu.

Harapan agar pelaku dihukum seberat mungkin

Di tengah rasa lega, YTR tetap menuntut keadilan yang tegas bagi pelaku. Ia berharap proses hukum tidak berhenti pada penangkapan, tetapi berlanjut pada hukuman yang setimpal dengan penderitaan yang ia alami.

“Saya ingin dia dihukum seberat mungkin. Biar dia ngerasain apa yang saya rasain,” katanya.

Perkataan itu mencerminkan luka yang masih membekas, terutama karena kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya. YTR masih harus menjalani perawatan untuk gangguan penglihatan, luka pada wajah, dan kesulitan berjalan.

Dukungan keluarga ikut menguatkan tuntutan keadilan

Seruan agar pelaku dijatuhi hukuman berat juga datang dari keluarga YTR. Erni, tante korban yang aktif membagikan perkembangan kondisi keponakannya di media sosial, meminta agar hukuman yang dijatuhkan benar-benar setimpal.

“Semoga si pelaku dihukum seberat-beratnya, setimpal-timpalnya,” ujarnya.

Ayah YTR juga menilai hukuman berat layak dijatuhkan mengingat dampak yang dialami putrinya sangat besar dan kemungkinan berlangsung lama. Ia bahkan menyebut hukuman seumur hidup sebagai bentuk keadilan yang pantas.

“Ya hukumlah seberat-beratnya. Sebenarnya kan kita negara hukum, ya kalau bisa seumur hidup saja. Sebenarnya kan anak kita juga seumur hidup cacat,” katanya.

Pernyataan keluarga itu menggambarkan beratnya beban yang mereka tanggung sejak YTR ditemukan kembali dalam kondisi sangat buruk. Mereka sempat kehilangan kontak cukup lama sebelum akhirnya bertemu lagi dalam situasi yang memukul keluarga.

Proses hukum dan pemulihan masih berjalan

Setelah penangkapan Taufik Hidayat, keluarga berharap proses hukum berlangsung transparan dan memberi keadilan bagi YTR. Mereka juga ingin kasus ini menjadi perhatian serius agar perempuan lain tidak mengalami peristiwa serupa.

Di sisi lain, fokus utama keluarga tetap tertuju pada pemulihan YTR yang masih menjalani perawatan intensif. Dukungan masyarakat yang terus mengalir disebut menjadi salah satu sumber semangat bagi korban untuk bertahan dan perlahan bangkit.

Bagi YTR, tertangkapnya Taufik Hidayat menandai berakhirnya satu fase ketakutan, meski perjuangan untuk pulih belum selesai. Di tengah proses medis dan hukum yang masih berjalan, keluarga berharap keadilan benar-benar hadir sekaligus memberi perlindungan bagi korban.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait