Yunani datang ke laga melawan Swedia tanpa beban besar karena sudah dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Kondisi itu membuat pertandingan ini lebih cocok sebagai ajang pematangan skuad, sementara Swedia justru menjadikannya sebagai ujian paling penting sebelum tampil di turnamen besar tersebut.
Bagi Swedia, duel di kandang sendiri pada Jumat (5/6) pukul 00.00 WIB menjadi kesempatan terakhir untuk mengukur kerapian tim di bawah Graham Potter. Sorotan utamanya tetap tertuju pada lini belakang Blagult yang belum memberi rasa aman.
Swedia memang membawa modal yang belum ideal. Mereka baru saja kalah 1-3 dari Norwegia, belum mencatat clean sheet dalam lima laga bersama Potter, dan sudah kebobolan 11 gol.
Ujian untuk struktur permainan Swedia
Laga ini tidak sekadar soal hasil akhir. Swedia akan segera masuk Grup F Piala Dunia bersama Tunisia, Belanda, dan Jepang, sehingga duel kontra Yunani bisa dibaca sebagai simulasi terakhir untuk melihat apakah organisasi permainan mereka sudah cukup terbentuk.
Potter masih harus mencari titik seimbang antara daya serang dan disiplin bertahan. Swedia tetap bergantung pada Alexander Isak, tetapi mereka juga perlu memastikan tidak mudah ditembus lewat serangan balik.
Karena itu, performa melawan Yunani akan menjadi tolok ukur penting. Hasil dan cara bermain di laga ini bisa memberi gambaran tentang kesiapan taktik, kedalaman skuad, dan ketahanan mental Swedia sebelum terjun ke panggung dunia.
Perubahan di susunan pemain
Rotasi diperkirakan terjadi pada starting XI Swedia. Kristoffer Nordfeldt dan kapten Victor Lindelof disebut berpeluang kembali tampil sejak awal demi memberi stabilitas di sektor pertahanan.
Di lini depan, Alexander Isak kemungkinan besar juga kembali masuk sejak menit pertama setelah memberi dampak saat turun sebagai pemain pengganti melawan Norwegia. Sementara itu, Viktor Gyokeres belum tentu bermain penuh karena baru membela Arsenal di final Liga Champions pada Sabtu lalu.
Situasi tersebut membuat Gyokeres lebih mungkin memulai laga dari bangku cadangan. Keputusan itu juga sejalan dengan upaya menjaga kebugarannya menjelang laga pembuka Swedia melawan Tunisia pada 15 Juni.
Yunani fokus pada pembinaan skuad
Di kubu lawan, Yunani datang dengan target yang berbeda. Tim asuhan Ivan Jovanovic menutup kualifikasi UEFA di peringkat ketiga Grup C, di bawah Skotlandia dan Denmark, sehingga laga ini lebih berguna untuk pembinaan pemain.
Jovanovic disebut akan memanfaatkan pertandingan ini untuk mematangkan para pemain muda sebelum UEFA Nations League pada September mendatang. Absennya kapten Tasos Bakasetas juga membuka ruang bagi Christos Mouzakitis untuk mendapat peran lebih besar di lini tengah.
Meski tak lagi berada dalam tekanan besar, Yunani tetap punya alasan untuk tampil serius. Mereka membutuhkan ritme pertandingan yang baik, sekaligus kesempatan memberi pengalaman kepada pemain yang diproyeksikan naik kelas di tim nasional.
Ancaman tetap ada dari tim tamu
Swedia tetap harus waspada karena Yunani masih memiliki ancaman di lini depan. Kecepatan Christos Tzolis dan ketajaman Vangelis Pavlidis dapat menjadi masalah jika Blagult lengah atau terlalu nyaman menguasai permainan.
Catatan produktivitas Yunani memang tidak menonjol. Mereka tidak mencetak gol dalam tiga laga terakhir, tetapi situasi seperti ini justru kerap membuat tim yang tidak diunggulkan tampil lebih lepas ketika menghadapi lawan yang pikirannya mulai terbagi antara laga uji coba dan turnamen besar.
Prediksi susunan pemain Swedia menampilkan Nordfeldt; Lagerbielke, Hien, Lindelof; Johansson, Bergvall, Svanberg, Karlstrom, Svensson; Isak, Nilsson. Yunani diperkirakan turun dengan Tzolakis; Vagiannidis, Retsos, Koulierakis, Tsimikas; Triantis, Kourbelis; Masouras, Mouzakitis, Tzolis; Pavlidis.
Source: mediaindonesia.com