Zeda Salim Terus Pulih Dari Luka KDRT, Masih Jalani Terapi Usai Dirawat Di RSJ

Author: Redaksi Android62

Perjalanan Zeda Salim untuk pulih dari trauma kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual tidak berlangsung singkat. Mantan pewara berita itu mengungkap bahwa pengalaman pahit tersebut meninggalkan dampak serius, bukan hanya pada kondisi mental, tetapi juga pada kesehatan fisiknya.

Dalam keterangannya di kawasan Studio Trans TV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Zeda menyebut proses bangkit dari masa lalu itu membutuhkan bantuan profesional. Ia bahkan sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit jiwa ketika tekanan yang dirasakan sudah tidak bisa ia tangani sendiri.

Trauma yang Berbekas Panjang

Zeda menggambarkan masa-masa setelah mengalami relasi yang buruk dengan laki-laki sebagai periode yang sangat berat. Luka yang muncul tidak berhenti pada perasaan tertekan, tetapi ikut memengaruhi tubuhnya, sehingga pemulihan harus dijalani dengan hati-hati dan bertahap.

Hingga kini, ia masih menjalani terapi bersama psikolog dan psikiater. Langkah itu menunjukkan bahwa pemulihan dari trauma berat tidak cukup mengandalkan waktu, melainkan juga membutuhkan pendampingan yang teratur dan ruang yang aman.

Beban Hidup di Luar Masalah Psikis

Selain menghadapi tekanan batin, Zeda juga harus memikul beban ekonomi yang tidak ringan. Biaya pengobatan yang dikeluarkan disebut cukup besar, sementara ia tetap harus menjaga stabilitas hidup sebagai orang tua tunggal.

Kondisi tersebut membuat proses bangkitnya terasa lebih berat. Di satu sisi ia berusaha memulihkan diri, tetapi di sisi lain ia tetap harus memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.

Alasan Kembali Bekerja

Dorongan untuk kembali aktif bekerja menjadi salah satu cara Zeda bertahan setelah masa sulit. Ia harus menanggung kebutuhan anak yang mulai beranjak dewasa serta orang tua yang sudah lanjut usia.

Berikut alasan yang disampaikan Zeda terkait keputusannya kembali bekerja:

  1. Menopang kebutuhan hidup sebagai orang tua tunggal.
  2. Memenuhi kebutuhan anak dan keluarga.
  3. Membangun ulang karier setelah masa yang berat.
  4. Menjaga proses pemulihan sambil tetap produktif.

Zeda juga mengaku sempat berdoa agar mendapat jalan untuk kembali bekerja. Harapan itu kemudian terjawab lewat program baru yang kini dijalaninya, sehingga ia bisa mulai menata kembali kehidupannya.

Pemulihan yang Masih Berjalan

Meski sudah kembali aktif, Zeda menegaskan bahwa proses sembuh secara emosional belum selesai. Terapi masih menjadi bagian penting dalam hidupnya, bersamaan dengan upaya menjaga kebahagiaan anak sebagai prioritas utama.

Kisah Zeda memperlihatkan bahwa dampak KDRT dan kekerasan seksual bisa berlangsung panjang. Karena itu, dukungan psikologis, akses perawatan yang tepat, dan keberanian mencari pertolongan menjadi bagian penting agar penyintas dapat membangun hidup yang lebih aman dan stabil.

Source: hot.detik.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru