Zeekr menjadi kartu paling agresif dari langkah Geely saat kembali membangun pijakan di Indonesia. Dua model yang dibawa, Zeekr 009 dan Zeekr 7X, dipasang di rentang harga Rp1,1 miliar hingga Rp1,6 miliar sehingga langsung masuk arena yang selama ini identik dengan merek Eropa.
Kehadiran merek premium itu menunjukkan bahwa Geely tidak hanya ingin hadir di pasar, tetapi juga menantang lapisan atas kendaraan listrik. Dengan positioning seperti ini, Zeekr dipakai untuk mengisi ruang mewah yang punya sensitivitas besar terhadap teknologi, desain, dan citra merek.
Zeekr diarahkan ke pasar premium
Zeekr 009 diposisikan sebagai MPV listrik premium dengan desain futuristis dan kabin mewah. Sementara itu, Zeekr 7X hadir sebagai SUV listrik modern yang dibekali teknologi canggih.
Rentang harga kedua model itu membuat Zeekr tampil sebagai alternatif premium yang tetap kompetitif di tengah persaingan kelas atas. Strategi ini mempertegas bahwa Geely Group ingin bermain di segmen yang lebih menantang, bukan sekadar mengisi pasar bawah.
Geely menyiapkan serangan berlapis
Di luar Zeekr, Geely juga menyiapkan pendekatan yang bertahap untuk pasar Indonesia. Fokus utamanya ada pada elektrifikasi, teknologi modern, desain premium, serta produksi lokal untuk memperkuat daya saing.
Model pembuka yang dipakai untuk menghidupkan lagi nama Geely adalah EX5. SUV listrik ini pertama kali diperkenalkan pada ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS 2025.
EX5 hadir dengan desain elegan yang disebut terinspirasi dari porselen khas Tiongkok. Di dalam kabin, mobil ini membawa layar head unit 15 inci, sistem operasi FlyMe Auto, serta audio 16 speaker.
Untuk sisi keselamatan dan kenyamanan, Geely menambahkan ADAS Level 2. Harga EX5 dipasang di kisaran Rp475 juta hingga Rp515 juta, sehingga posisinya jelas diarahkan untuk bersaing di kelas SUV listrik premium.
Teknologi global dan produksi lokal ikut diperkuat
Geely juga menonjolkan kolaborasi teknologi global dengan Volvo dan Lotus sebagai bagian dari daya tarik produknya. Kombinasi itu memberi kesan bahwa mobil yang dibawa tidak hanya mengandalkan tampilan, tetapi juga membawa basis teknologi yang lebih matang.
Langkah berikutnya datang lewat EX2, hatchback listrik yang ditujukan untuk pasar lebih luas. Model ini diperkenalkan pada akhir 2025 dan mulai dirakit secara lokal di Purwakarta sejak Januari 2026.
Tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN EX2 sudah mencapai 46,5 persen. Skema knock down dan perakitan lokal di Purwakarta dipakai untuk menjaga standar kualitas global sekaligus menekan biaya distribusi.
Jaringan diler disiapkan untuk menopang ekspansi
Selain produk, Geely juga memperluas fondasi bisnisnya lewat jaringan penjualan. Perusahaan menargetkan pembukaan hingga 40 diler di Indonesia sampai akhir 2025.
Langkah ini penting karena pasar mobil listrik tidak hanya menilai produk, tetapi juga kesiapan layanan penjualan dan purna jual. Ketersediaan dukungan teknis dan perawatan menjadi faktor yang sering dipertimbangkan calon pembeli sebelum memutuskan masuk ke kendaraan listrik.
Dengan kombinasi produk menengah, model premium, produksi lokal, dan jaringan diler yang diperluas, Geely membangun strategi yang cukup menyeluruh. Kehadiran kembali merek ini, ditambah masuknya Zeekr, membuat persaingan kendaraan listrik di Indonesia berpotensi semakin padat di berbagai kelas.
