Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan perombakan di dua posisi penting ketika perang dengan Rusia belum mereda. Selain mendorong Sergii Koretskyi sebagai calon perdana menteri, ia mengganti Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov yang baru enam bulan menjabat.
Keputusan di sektor pertahanan memunculkan pertanyaan di parlemen karena Ukraina sedang memperkuat penggunaan drone jarak jauh untuk memberi tekanan kepada Rusia. Sejumlah pihak menilai Fedorov membawa harapan pembaruan teknologi di kementerian yang selama ini didominasi struktur tradisional.
Kritik atas pergantian Mykhailo Fedorov
Fedorov berusia 35 tahun dan dikenal sebagai tokoh yang mendorong inovasi teknologi. Latar belakangnya di luar struktur konvensional Kementerian Pertahanan membuat pengangkatannya sebelumnya dipandang sebagai peluang reformasi.
Oleksandr Merezhko, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Ukraina dari partai Zelenskyy, menyatakan kekecewaannya melalui media sosial. Menurutnya, Fedorov sangat dihormati oleh mitra internasional dan dikaitkan dengan harapan adanya reformasi nyata di Kementerian Pertahanan.
Aktivis relawan serta pendukung teknologi drone, Maria Berlinska, juga mengkritik keputusan tersebut. Ia menilai pergantian Fedorov sebagai salah satu kesalahan terbesar Zelenskyy dengan dampak yang dapat dirasakan banyak orang.
Zelenskyy disebut memilih Ihor Klymenko untuk menggantikan Fedorov sebagai Menteri Pertahanan. Nama Klymenko muncul dari keterangan sejumlah anggota parlemen, sementara proses penetapan jabatan itu menjadi bagian dari perombakan kabinet yang lebih luas.
| Posisi | Nama | Status |
|---|---|---|
| Calon perdana menteri | Sergii Koretskyi | Kepala Naftogaz yang didorong Zelenskyy |
| Perdana menteri sebelumnya | Yulia Svyrydenko | Pengunduran dirinya telah diterima parlemen |
| Calon Menteri Pertahanan | Ihor Klymenko | Disebut sebagai pilihan Zelenskyy |
| Menteri Pertahanan sebelumnya | Mykhailo Fedorov | Mengumumkan pengunduran diri setelah enam bulan menjabat |
Koretskyi Didorong Memimpin Pemerintahan
Di tengah pergantian di bidang pertahanan, Zelenskyy mendorong Kepala Naftogaz, Sergii Koretskyi, sebagai kandidat terkuat untuk memimpin pemerintahan. Presiden Ukraina menyebut Koretskyi sebagai sosok yang paling siap setelah melewati berbagai konsultasi.
Jika disetujui parlemen, Koretskyi akan menggantikan Yulia Svyrydenko yang menjabat sekitar satu tahun. Parlemen Ukraina telah menerima pengunduran diri Svyrydenko pada Selasa dan dijadwalkan memilih penggantinya pada Kamis.
Partai Zelenskyy masih menguasai mayoritas kursi di parlemen. Kondisi itu membuat kandidat yang didukung presiden diperkirakan memiliki peluang kuat memperoleh persetujuan.
Musim Dingin dan Energi Menjadi Prioritas
Perombakan ini berlangsung ketika Kyiv harus menyiapkan perlindungan menghadapi musim dingin. Ukraina diperkirakan kembali menghadapi serangan Rusia terhadap infrastruktur energi saat suhu menurun dan kebutuhan listrik meningkat.
Latar belakang Koretskyi sebagai pimpinan Naftogaz menempatkan isu energi pada sorotan utama dalam proses pemilihan perdana menteri. Pemerintah Ukraina perlu menjaga ketahanan layanan penting di tengah ancaman terhadap jaringan energi.
Zelenskyy belum memaparkan alasan rinci di balik perubahan terbaru tersebut. Ia hanya menyatakan bahwa Ukraina sedang menjalankan “strategi politik baru” yang memerlukan penunjukan pejabat baru di pemerintahan dan lembaga penegak hukum.
Prioritas strategi itu mencakup kerja sama produksi sistem pertahanan udara Patriot melalui lisensi, percepatan upaya bergabung dengan Uni Eropa, serta penguatan hubungan dengan kawasan Teluk. Menurut Zelenskyy, kawasan Teluk merupakan salah satu wilayah paling menjanjikan bagi kerja sama keamanan dan ekonomi Ukraina.
Source: www.liputan6.com






