Terpisah 35 Tahun, Zhong Fenglin Ternyata Pernah Hanya Sejalan dari Rumah

Zhong Fenglin kembali memeluk ibu kandungnya setelah keluarga itu terpisah selama 35 tahun. Pertemuan di Yulin pada 7 Juli tersebut mengakhiri pencarian panjang yang bermula dari hilangnya Zhong saat masih berusia 2 tahun.

Hal yang membuat kisah ini semakin menyentuh adalah jarak Zhong dengan rumah masa kecilnya. Ia disebut sempat berada hanya satu jalan dari tempat keluarganya tinggal, tetapi mereka baru dipertemukan kembali setelah pencarian dilakukan melalui platform daring dan tes DNA.

Tes DNA Mengonfirmasi Hubungan Keluarga

Jalan pulang Zhong terbuka setelah ia mendaftarkan diri ke platform nirlaba Baby Come Home pada 12 April. Tidak lama kemudian, seorang perempuan melihat kemiripan wajahnya dengan anggota keluarga yang selama ini dicari.

Petunjuk itu kemudian ditindaklanjuti dengan tes DNA. Hasilnya mengonfirmasi bahwa Zhong memiliki hubungan keluarga dengan perempuan yang ternyata merupakan ibu kandungnya.

Saat kembali ke Yulin, Zhong membawa buket bunga dan memeluk ibunya. Dalam momen pertemuan itu, ia berkata, “kupikir aku tak akan bertemu denganmu lagi di kehidupan yang sekarang.”

PeristiwaWaktuKeterangan
Zhong menghilang1991Terpisah dari ayahnya di pasar Nanning, Guangxi.
Pendaftaran pencarian12 AprilZhong mendaftarkan diri ke Baby Come Home.
Pertemuan keluarga7 JuliZhong pulang ke Yulin dan bertemu ibu kandungnya.

Hilang Saat Berada di Pasar

Kisah perpisahan itu bermula ketika keluarga Zhong tinggal di dekat pasar di Nanning, Guangxi. Kedua orang tuanya saat itu berjualan jahe dan bawang putih di kawasan tersebut.

Pada 1991, ayah Zhong membawanya ke tempat berjualan ketika anak itu berusia 2 tahun. Saat sibuk bekerja, sang ayah memberinya uang agar Zhong membeli makanan.

Zhong lalu berjalan melewati kerumunan menuju pasar lain di seberang jalan. Sejak itu, keluarganya tidak lagi mengetahui keberadaannya.

Seorang penjual pakaian menemukan Zhong dalam keadaan menangis. Penjual tersebut juga mengingat adanya bekas goresan dan luka pada wajah anak itu.

Anak tersebut dibawa ke kantor pasar agar petugas dapat menyiarkan pengumuman pencarian keluarga. Penjual pakaian itu meninggalkan kontak, tetapi tidak ada pihak yang datang menjemput Zhong.

Dibesarkan dengan Nama Baru

Laporan awal menyebut Zhong dibawa ke rumah penjual pakaian yang berjarak satu jalan dari rumah masa kecilnya. Namun, verifikasi Hongxing News menyatakan perempuan itu kemudian membawa Zhong ke kota lain dan membesarkannya dengan nama baru.

Zhong tumbuh bersama orang tua angkat dan kakak tiri dalam lingkungan yang disebut penuh kasih sayang. Kini, ia telah menikah dan memiliki seorang putri berusia 8 tahun.

Bekas luka di wajahnya sempat memunculkan dugaan bahwa ia pernah ditelantarkan. Namun, alasan di balik peristiwa itu belum diungkapkan.

Pencarian Keluarga Tidak Pernah Berhenti

Selama puluhan tahun, keluarga kandung Zhong terus berupaya menemukan anak yang hilang tersebut. Adik perempuannya bahkan mendaftarkan data keluarga ke Baby Come Home untuk memperluas pencarian.

Ayah Zhong meninggal pada 2024 tanpa sempat bertemu kembali dengan putrinya. Pada masa-masa terakhir hidupnya, ia dilaporkan berulang kali menanyakan kepada adik Zhong apakah kakaknya sudah ditemukan.

Adik Zhong hampir menghentikan pencarian sebelum relawan mendorongnya mengunggah kasus itu secara daring. Langkah tersebut menjadi titik penting karena memperluas peluang keluarga memperoleh petunjuk baru.

Zhong menyatakan akan meluangkan waktu bersama keluarga kandungnya dan berkunjung secara rutin. Pertemuan itu membuka ruang bagi dua keluarga yang telah membesarkannya dan mencarinya untuk membangun hubungan baru.

Source: www.liputan6.com
Berita Terkait