ASUS membuat Zenbook A14 versi 2026 terasa jauh lebih serius di kelas laptop tipis. Perangkat ini kini memakai Snapdragon X2 Elite dan langsung diposisikan sebagai laptop premium yang mengutamakan mobilitas tanpa mengorbankan performa.
Lonjakan tenaga tersebut menjadi sorotan utama karena hasil pengujiannya ikut naik cukup jauh. Dalam Geekbench 6, Zenbook A14 disebut mampu melampaui Apple M5 di MacBook Pro 14 inci, dan pada Cinebench 2024 peningkatannya juga tetap terlihat konsisten.
Performa dan konfigurasi inti
Di balik bodi ringkasnya, ASUS menanamkan Qualcomm Snapdragon X2 Elite X2E-88-100, RAM 32GB LPDDR5X-9523MT/s, GPU terintegrasi Qualcomm Adreno, serta SSD M.2 NVMe PCIe 4.0 berkapasitas 1TB. Laptop ini juga membawa Windows 11 26H1 yang dibuat khusus untuk prosesor Qualcomm, tergantung waktu pembelian.
Kombinasi tersebut membuat Zenbook A14 tak hanya unggul atas Lenovo Yoga Slim 7x dengan SoC yang sama, tetapi juga disebut masih sanggup bersaing dengan ROG Flow Z13. Bahkan, laptop ini dinilai mengungguli chip Intel Panther Lake pada Surface Laptop 8 for Business.
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Prosesor | Qualcomm Snapdragon X2 Elite X2E-88-100 |
| RAM | 32GB LPDDR5X-9523MT/s |
| GPU | Qualcomm Adreno terintegrasi |
| Penyimpanan | SSD M.2 NVMe PCIe 4.0 1TB |
| Sistem operasi | Windows 11 26H1 |
Ringan, tetap premium, dan layarnya masih OLED
Meski membawa peningkatan tenaga, ASUS tetap mempertahankan identitas Zenbook A14 sebagai laptop ultra-portabel. Bobotnya hanya 2.18 lbs atau 0.99 kg, sehingga nyaris menyentuh satu kilogram saat ditimbang.
Bodi laptop ini masih memakai lapisan Ceraluminum atau ceramic-aluminum yang memberi kesan kokoh. Warna Zabriskie Beige dan logo reflektif di penutup juga membuat tampilannya berbeda dari laptop tipis berwarna perak yang lebih umum.
Layar 14 inci OLED dengan rasio 16:10 hadir dalam resolusi 1920 x 1200 dan refresh rate 60Hz. Panel ini bukan layar sentuh, tetapi kalibrasinya tetap kuat dengan kecerahan penuh maksimum 407 nits dan klaim puncak 600 nits pada sebagian layar.
Port, keyboard, dan fitur harian
Susunan port pada Zenbook A14 masih mempertahankan formula yang praktis. Di sisi kiri tersedia dua port USB4 Type-C, HDMI 2.1, dan jack audio 3.5 mm, sedangkan sisi kanan menyediakan satu USB-A 3.2 Gen 2 ukuran penuh.
Untuk input, keyboard-nya dinilai nyaman dipakai harian dengan travel 1.3 mm, sementara touchpad kaca mekanisnya terasa mulus. ASUS juga masih menyertakan aplikasi MyASUS, meski Windows 11 bawaan tetap membawa pin iklan Adobe dan Dropbox di menu Start yang bisa dihapus dengan mudah.
Di sisi AI lokal, Snapdragon X2 Elite menghadirkan Hexagon NPU hingga 80 TOPS. Namun, manfaatnya tetap sangat bergantung pada dukungan aplikasi, karena di luar fitur Copilot+ seperti Click To Do dan alat seperti ASUS StoryCube, penggunaan AI lokal masih terbatas.
Baterai, audio, dan harga yang menempatkannya di kelas atas
ASUS mengklaim daya tahan baterai Zenbook A14 bisa menembus lebih dari 33 jam dalam skenario tertentu. Dalam pengujian PCMark 10, hasil terbaiknya mencapai 23 jam 38 menit, sementara Windows Battery Report setelah sekitar seminggu pemakaian memperkirakan 17 jam penggunaan dari kondisi penuh.
Kapasitas baterainya tetap 70Wh seperti generasi sebelumnya, dengan pengisian melalui adaptor 100W USB-C. Speaker juga masih menjadi salah satu nilai plus, meski bass-nya tidak sekuat Zenbook A16 yang lebih besar.
Dari sisi harga, ASUS membanderol konfigurasi utama di $1,999.99. Di Best Buy, tersedia varian mulai $1,349.99 untuk RAM 16GB dan SSD 512GB, serta $1,799.99 untuk RAM 32GB dan SSD 1TB.
Zenbook A14 2026 paling cocok untuk pengguna yang mencari laptop Windows ringan, ringkas, dan tetap bertenaga untuk kerja berat. Namun, perangkat berbasis Windows on ARM ini masih membawa pertimbangan kompatibilitas software, sehingga pengguna yang bergantung pada printer atau scanner lama perlu memeriksa driver lebih dulu.







