Kemampuan zoom Motorola Razr Fold menjadi bagian yang paling mencuri perhatian karena perangkat ini masih sanggup menghasilkan foto yang berguna bahkan pada pembesaran ekstrem 100x. Pada level seperti itu, hasilnya tidak sekadar coba-coba, melainkan masih bisa dipakai untuk menangkap objek yang nyaris tidak terlihat oleh mata.
Justru di titik itulah Motorola memberi kejutan besar. Ponsel lipat ini tampil sebagai salah satu perangkat paling premium yang pernah dibuat Motorola di Amerika Utara, dan kamera menjadi alasan utama kenapa namanya ikut naik kelas.
Zoom 100x yang benar-benar terasa berguna
Sorotan terbesar datang dari kamera telefoto 3x optical berbasis Sony Lytia 600. Pada pembesaran 3x, performanya dinilai sebagai titik terbaik karena foto masih tampak tajam dan detail.
Saat zoom dinaikkan ke 6x dan 10x, hasilnya tetap impresif, termasuk ketika dipakai di konser dalam ruangan yang cukup gelap. Di atas 10x, kemampuan perangkat ini justru makin menonjol karena pemrosesan AI ikut bekerja keras merapikan gambar.
Pada kisaran 50x hingga 100x, foto memang banyak dibantu oleh AI, tetapi hasil akhirnya masih dianggap berguna untuk melihat objek dari jarak sangat jauh. Ada momen ketika Razr Fold bahkan bisa menangkap orang-orang di atas kapal yang hampir tak terlihat oleh mata.
Lawan yang sulit, tapi Razr Fold tetap unggul
Perbandingan dengan Samsung Galaxy Z Fold 7 memperlihatkan selisih yang cukup besar hampir di semua level zoom. Razr Fold unggul dalam detail, depth of field, dan kesan gambar yang lebih natural, sementara hasil Samsung cenderung terlihat datar.
Samsung juga hanya menawarkan zoom sampai 30x, dan hasil di atas 10x dinilai tidak lagi layak dipakai. Di sisi lain, Razr Fold masih mampu mempertahankan foto yang bagus hingga 50x dan 100x.
Keunggulan Motorola juga terlihat pada kamera utama dan ultrawide. Hasilnya disebut lebih detail, dynamic range lebih kuat, dan warna lebih akurat berkat pendekatan warna Pantone yang dipakai Motorola.
Kamera utama naik kelas
Motorola menggunakan sensor Sony Lytia untuk kamera utama 50MP, lalu menambahkan validasi warna Pantone untuk membantu akurasi warna. Kombinasi ini ditujukan agar warna yang tampil lebih mendekati asli, termasuk warna kulit.
Dalam praktiknya, pemrosesan gambar kadang membutuhkan beberapa detik sebelum hasil final muncul. Meski begitu, hasil dari tiga kamera pada perangkat ini dinilai enak dilihat karena tampil terang, hidup, dan selaras dengan layar Extreme AMOLED miliknya.
Saat cahaya melimpah, terutama di bawah matahari, kamera Fold bekerja paling optimal. Area gelap terlihat lebih terang dan bayangan keras ikut melunak, meski hitam kadang menjadi sedikit kurang tajam dari yang diharapkan.
Warna berani, detail kuat, dan low-light yang nyaman
Motorola cenderung menghadirkan warna yang sangat punchy, sehingga beberapa foto terlihat lebih berani dari aslinya. Karena itu, mode Normal lebih disarankan jika ingin tampilan yang lebih seimbang.
Di saat yang sama, foto tetap tampil sangat detail dan punya dynamic range yang kuat. Pada kondisi low-light, hasilnya juga cenderung lebih cerah dengan noise yang minim.
Perangkat ini ikut menunjukkan performa yang cukup baik saat menangkap gerakan. Subjek yang bergerak masih bisa tertangkap fokus lewat kamera utama, dan fitur Action Shot membantu memperjelas subjek yang bergerak cepat.
Masih kompetitif di pasar foldable yang lebih padat
Di luar Amerika Utara, persaingan foldable memang jauh lebih ketat karena pilihannya lebih banyak. Salah satu lawan yang diuji adalah Honor Magic V6, dan Razr Fold tetap mampu bersaing dengan sangat baik.
Pada kamera utama dan ultrawide, Razr Fold sering sedikit unggul dalam detail, warna, dan dynamic range. Namun di kisaran zoom sekitar 8x hingga 19x, hasilnya bisa bergantung pada kondisi sehingga Honor kadang tampil lebih baik pada situasi tertentu.
Ketika zoom ekstrem melewati 20x, AI generatif mulai mengambil peran besar. Fitur ini dapat dimatikan lewat pengaturan kamera bila ingin hasil yang lebih mentah, tetapi mode tersebut membantu membuat foto jarak jauh tetap berguna.
Dengan hasil seperti itu, Razr Fold menjawab keraguan lama terhadap kamera Motorola. Untuk pengguna yang menginginkan foldable premium tanpa mengorbankan kualitas foto, perangkat ini kini terlihat sebagai salah satu opsi terkuat di kelasnya.







