Zuckerberg Akui Pengembangan AI Agent Meta Melambat, Restrukturisasi Besar Belum Hasilkan Percepatan

Meta mengakui langkah besar mereka di bidang kecerdasan buatan belum menghasilkan percepatan yang diharapkan. Mark Zuckerberg menyebut pengembangan AI agent perusahaan masih bergerak lebih lambat, meski Meta sudah memangkas sekitar 8.000 karyawan dan mengalihkan ribuan pekerja ke tim AI.

Pengakuan itu menyoroti jarak antara belanja besar dan hasil yang terlihat di lapangan. Di saat Meta diproyeksikan menghabiskan hingga $145 billion untuk infrastruktur AI tahun ini, manfaat yang lebih nyata dari investasi tersebut belum segera muncul.

Target AI besar, tetapi lajunya tertahan

Menurut Reuters, Zuckerberg mengatakan lintasan pengembangan agentic dalam setidaknya empat bulan terakhir belum benar-benar meningkat seperti yang diharapkan. AI agent sendiri merupakan alat berbasis model AI yang dapat menjalankan tugas untuk pengguna.

Meski mengakui perlambatan, Zuckerberg tetap menegaskan perusahaan berada dalam perjalanan menuju “superintelligence”. Ia juga memperkirakan hasil yang lebih berarti dari investasi AI akan mulai terlihat dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

Harapan itu menjadi penting karena AI agent termasuk salah satu taruhan utama Meta dalam gelombang investasi AI yang sangat mahal. Namun, pernyataan terbaru menunjukkan manajemen masih harus menunggu lebih lama sebelum dampak restrukturisasi benar-benar terasa pada produk inti.

Restrukturisasi internal belum berjalan mulus

Lambatnya kemajuan AI agent terjadi di tengah perubahan besar di dalam perusahaan. Zuckerberg mengakui restrukturisasi yang dijalankan Meta kemungkinan tidak berlangsung serapi yang semula diharapkan.

Ia mengatakan perubahan dalam beberapa bulan terakhir “belum membuahkan hasil”. Menurutnya, pada Januari dan Februari, para petinggi perusahaan khawatir Meta tidak bergerak cukup cepat dalam merombak organisasi untuk mengejar pengembangan AI.

Dalam periode itu, para eksekutif disebut sangat optimistis terhadap alat seperti Claude Code dari Anthropic. Kekhawatiran bahwa Meta tertinggal dalam kecepatan eksekusi kemudian mendorong serangkaian langkah agresif di dalam perusahaan.

LangkahDetailDampak
Pembentukan divisi baruApplied AI dibentuk pada MaretFokus kerja AI diperjelas
Perpindahan tenaga kerjaSekitar 6.500 engineer dan manajer produk dipindahkan ke pekerjaan AITim lain digeser ke prioritas baru
Pemangkasan tenaga kerjaSekitar 8.000 karyawan atau 10 persen dari tenaga kerja globalStruktur organisasi diperkecil
Penugasan ulang pekerjaSekitar 7.000 pekerja dipindahkan ke tim AI atau tim AI-nativePenguatan sumber daya di bidang AI
Penghentian lowongan6.000 lowongan yang sempat direncanakan ditutupEkspansi non-AI tertahan

Skala perubahan itu menunjukkan betapa sentralnya AI dalam strategi Meta saat ini. Namun, laporan internal juga memperlihatkan bahwa penyesuaian besar tersebut tidak diterima mulus oleh semua karyawan.

Sebagian pekerja dilaporkan tidak senang dengan pergeseran besar itu. Keluhan tersebut sejalan dengan pengakuan pimpinan perusahaan bahwa proses komunikasinya sendiri bermasalah.

Kritik soal cara Meta menjelaskan perubahan

Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth, sebelumnya juga mengakui ada masalah dalam cara restrukturisasi dijalankan. Dalam memo internal, ia menyebut perusahaan melakukan pekerjaan yang “atrocious” dalam menjelaskan visi di balik perubahan tersebut.

Pengakuan Bosworth memberi gambaran bahwa tantangan Meta bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal eksekusi organisasi. Saat perusahaan mencoba bergerak cepat menuju AI, penyelarasan internal tampaknya belum sepenuhnya tercapai.

AI agent tetap jadi fokus utama

Meski lajunya belum sesuai harapan, Meta belum mengendurkan ambisinya di sektor AI agent. Perusahaan sebelumnya mengakuisisi Moltbook, platform media sosial viral untuk AI agent, lalu membawa timnya masuk untuk mengerjakan AI agent di dalam Meta.

Langkah itu menunjukkan Meta tidak hanya mengandalkan pengembangan internal. Akuisisi dan integrasi tim eksternal menjadi bagian dari strategi untuk mempercepat kemampuan perusahaan di area yang dianggap penting ini.

Tekanan untuk mempercepat pengembangan AI juga sempat memicu kontroversi di internal Meta. Pada April, perusahaan mulai memakai perangkat lunak untuk melacak gerakan mouse dan penekanan tombol karyawan guna melatih AI agent.

Program itu memicu reaksi keras dan kekhawatiran soal privasi, sehingga Meta akhirnya menghentikannya sementara. Dalam town hall, Bosworth mengatakan peninjauan terhadap perangkat lunak pelacakan mouse Meta menemukan bahwa tidak ada data karyawan yang disertakan dalam pelatihan AI.

Bosworth juga mengatakan bahwa jika program tersebut dihidupkan kembali, tidak akan ada karyawan yang dipaksa ikut. Ia menyebut pekerja yang merasa nyaman bisa berkontribusi, sementara mereka yang tidak nyaman tidak akan diwajibkan berpartisipasi.

Rangkaian kejadian ini menyoroti besarnya tekanan di dalam Meta untuk mengejar target AI secepat mungkin. Namun dari pengakuan Zuckerberg sendiri, percepatan yang diharapkan pada pengembangan AI agent masih belum benar-benar terjadi, meski perusahaan sudah melakukan pemangkasan tenaga kerja, pergeseran tim besar-besaran, dan investasi infrastruktur dalam skala sangat besar.

Source: www.indiatoday.in
Berita Terkait