Sebanyak 10 orang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam operasi tangkap tangan yang menjangkau Jakarta dan Sumatera Selatan. Dari jumlah itu, lima orang berasal dari unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan lima lainnya berasal dari pihak swasta.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa salah satu pihak dari unsur Pemkab Muara Enim merupakan kepala daerah setempat. Namun, lembaga antirasuah itu belum membuka identitas lengkap seluruh orang yang ikut diamankan.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcayanto, membenarkan adanya operasi senyap tersebut saat dikonfirmasi wartawan. Informasi yang beredar membuat nama Bupati Muara Enim, H Edison, ikut menjadi perhatian publik karena disebut termasuk pihak yang diamankan.
Hingga kini, KPK belum menjelaskan perkara yang menjadi dasar operasi itu. Informasi mengenai dugaan penggeledahan maupun penyegelan di sejumlah lokasi juga belum diuraikan secara rinci.
Budi mengatakan tim masih bekerja di lapangan dan perkembangan perkara akan disampaikan kemudian. Pemeriksaan intensif juga masih berlangsung terhadap para pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka. Dalam rentang itu, penyidik akan menggelar perkara sebelum mengambil langkah hukum berikutnya.
Kabar OTT ini langsung memusatkan perhatian ke Muara Enim karena nama bupati ikut mencuat sejak awal. Meski begitu, KPK sejauh ini baru mengonfirmasi adanya OTT dan jumlah pihak yang diamankan, tanpa mengungkap kronologi lengkap maupun peran masing-masing orang yang terjaring.
Source: www.viva.co.id






