Lebih dari 100 musisi dipastikan tampil dalam myBCA International Java Jazz Festival yang akan berlangsung di NICE PIK 2 pada 29–31 Mei 2026. Festival edisi ke-21 ini juga menyiapkan 10 panggung dengan konsep indoor dan outdoor yang dibuat untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih beragam.
Susunan panggung itu menjadi salah satu perubahan paling mencolok dari gelaran tahun depan. Total ada tujuh panggung indoor dan tiga panggung outdoor yang masing-masing dirancang dengan karakter musik dan suasana berbeda.
Presiden Direktur Java Festival Production, Dewi Gontha, menyebut perpindahan ke venue baru memberi ruang yang lebih luas untuk berkreasi. Dengan area yang lebih lapang, penyelenggara bisa menghadirkan festival dalam skala yang lebih besar dan lebih megah.
Format baru ini juga membuat pergerakan penonton di area festival terasa lebih dinamis. Pengunjung dapat menikmati beragam pertunjukan di beberapa titik sekaligus tanpa kehilangan kenyamanan saat berpindah dari satu panggung ke panggung lain.
Dari sisi isi acara, Java Jazz Festival 2026 tetap menempatkan musisi internasional sebagai sorotan utama. Nama-nama seperti Ella Mai, Jenevieve, aron!, João Sabiá, Harbourside Jazz, Frank McComb, Camerata Florianopolis, dan Kevin Powell & Company masuk dalam daftar penampil.
Rangkaian itu berlanjut dengan kehadiran Dave Koz & The Summer Horns, Lisa Simone, Thee Sacred Soul, Close Counters, Billyrrom, Niko Niko Tan Tan, Citrus Sun, Justin Lee Schultz, JustKing Jones, Yufu, Earth, Wind & Fire by Al McKay, dan Incognito. Komposisi tersebut memperlihatkan perpaduan musisi baru dan nama yang sudah lama dikenal di panggung dunia.
Selain jadwal reguler, festival juga menyiapkan special show yang menjadi perhatian tersendiri. Jon Batiste dijadwalkan tampil pada 29 Mei 2026, wave to earth pada 30 Mei 2026, dan Daniel Caesar pada Minggu, 31 Mei 2026.
Musisi Indonesia tetap mendapat ruang besar di tengah deretan penampil tersebut. Sejumlah nama yang sudah dipastikan hadir antara lain Maliq & D’Essentials, Slank, RAN, Bilal Indrajaya, Ziva Magnolya, Wijaya 80, The Groove feat. Tiara Effendy, serta Rafi Sudirman feat. Rara Sudirman.
Kehadiran musisi lokal dan internasional membuat festival ini tetap relevan untuk penikmat jazz sekaligus pendengar lintas genre. Perpaduan itu juga menjaga identitas Java Jazz Festival sebagai ruang pertemuan berbagai warna musik.
Pengalaman pengunjung tidak hanya bertumpu pada panggung. Penyelenggara menambahkan glambot untuk berfoto di red carpet, spot foto gratis, dan vending machine merchandise yang bisa langsung digunakan di lokasi.
Ada pula Museum of Toys hasil kerja sama dengan Sony Group yang menambah variasi aktivitas di area festival. Kontennya tidak hanya berasal dari Sony Music, tetapi juga dari film, sehingga pengalaman di NICE PIK 2 terasa lebih luas.
Festival ini juga menghadirkan lounge baru yang belum pernah ada pada penyelenggaraan sebelumnya. Dengan tambahan fasilitas tersebut, Java Jazz Festival 2026 diarahkan menjadi bukan hanya ajang konser, tetapi juga ruang pengalaman yang lebih lengkap bagi pengunjung.
Source: lifestyle.bisnis.com