Jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Sidoarjo masih jauh lebih besar daripada alat bantu yang sudah tersalurkan. Dinas Sosial Sidoarjo mencatat ada 29.245 penyandang disabilitas, sementara 14.915 orang lainnya masih menunggu bantuan alat bantu.
Kesenjangan itu membuat penyaluran bantuan tidak bisa berhenti di satu tahap. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memilih mendatangi warga secara langsung agar bantuan yang dibawa benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
Pendataan dari rumah ke rumah
Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berkeliling untuk mencari warga yang membutuhkan perhatian lebih. Cara door to door dipandang penting agar bantuan tidak salah sasaran dan kondisi warga bisa dipantau secara langsung.
Pendekatan ini juga dipakai untuk menjangkau warga yang tinggal di hunian tidak layak. Subandi menyebut bantuan harus mampu meringankan beban penerima sekaligus keluarganya.
Di tingkat lapangan, pendataan dilakukan oleh SLRT, relawan, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan atau TKSK di masing-masing wilayah. Mereka mendata warga, mengajukan penerima, lalu Pemkab Sidoarjo mengeksekusi bantuan yang dibutuhkan.
Kursi roda jadi bantuan paling banyak dicari
Dari berbagai alat bantu yang disalurkan, kursi roda menjadi kebutuhan yang paling menonjol. Karena itu, kursi roda ditempatkan sebagai komoditas utama dalam bantuan bagi penyandang disabilitas di daerah ini.
Selain kursi roda, Dinas Sosial Sidoarjo juga menyalurkan alat bantu lain sesuai kebutuhan penerima. Bantuan itu mencakup alat bantu dengar untuk tunarungu serta fasilitas pendukung untuk tunanetra.
Bagi pemerintah daerah, penyaluran alat bantu ini tidak hanya soal pembagian barang. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari perhatian terhadap kemiskinan ekstrem di Sidoarjo.
Warga miskin ekstrem jadi prioritas
Dinas Sosial Sidoarjo menempatkan warga kategori Desil 1 sebagai prioritas utama. Jumlah warga dalam kelompok ini disebut mencapai 8.807 orang.
Pemkab Sidoarjo menilai bantuan harus diarahkan ke warga yang paling membutuhkan, termasuk mereka yang hidup dalam kondisi ekonomi paling rentan. Dengan begitu, bantuan yang diberikan diharapkan memberi dampak langsung pada kebutuhan sehari-hari keluarga penerima.
Strategi penyaluran bertahap juga disiapkan untuk menutup kekurangan yang masih ada. Pemerintah daerah terus memantau kondisi warga agar daftar penerima bisa diperbarui sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
Masih banyak yang menunggu
Meski ribuan bantuan sudah tersalurkan, daftar tunggu masih cukup panjang. Data Dinas Sosial Sidoarjo menunjukkan 14.330 penyandang disabilitas telah menerima alat bantu, tetapi 14.915 orang lainnya masih belum mendapat giliran.
Kondisi itu menunjukkan bahwa kebutuhan alat bantu di Sidoarjo masih besar. Karena itu, penyaluran berkelanjutan menjadi langkah yang terus ditekankan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Mharta Wara Kusuma menyebut penyerahan bantuan dari rumah ke rumah penting untuk membantu mengurangi kemiskinan ekstrem. Ia berharap pola ini terus menjangkau warga yang selama ini belum tersentuh bantuan secara memadai.
Dengan model kerja seperti itu, Pemkab Sidoarjo ingin memastikan bantuan kursi roda dan alat bantu lain tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Pemerintah daerah tetap mendorong penyaluran yang lebih terarah agar warga rentan segera memperoleh alat bantu yang sesuai kebutuhan mereka.
