15 Pohon Buah Ini Tahan Lahan Sawah Basah, Potensi Tambah Penghasilan Petani

Lahan sawah yang kerap tergenang masih bisa dimanfaatkan lebih jauh jika ditanami pohon buah yang tepat. Sejumlah jenis tanaman buah justru memiliki ketahanan terhadap tanah lembap hingga genangan sementara, sehingga dapat membuka peluang penghasilan tambahan bagi petani.

Di sisi lain, integrasi pohon buah juga memberi manfaat ekologis. Kehadiran pohon membantu menstabilkan tanah, meningkatkan penyerapan air, dan membuat sistem budidaya di lahan basah menjadi lebih seimbang.

Nangka, sirsak, dan jambu air di barisan terdepan

Nangka menjadi salah satu pilihan yang menonjol untuk area persawahan yang sering basah. Tanaman ini adaptif terhadap genangan sementara, bahkan dapat tumbuh baik di lahan rawa, dengan perakaran kuat yang membantu menyerap kelebihan air.

Dalam kondisi optimal, nangka tumbuh baik pada curah hujan 1.500–2.500 mm per tahun. Tanaman dari biji umumnya mulai berbuah setelah 5–10 tahun, sedangkan hasil cangkok bisa berbuah dalam 1,5–2 tahun.

Sirsak juga dinilai memiliki toleransi terhadap genangan air dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Menurut Yulius Evan Christian, sirsak berpotensi besar dibudidayakan di lahan basah, dengan masa berbuah dari biji sekitar 2–5 tahun dan hasil cangkok sekitar 2–3 tahun.

Jambu air tidak kalah sesuai karena menyukai kondisi lembap dan basah. Tanaman ini toleran terhadap kelembapan tinggi serta banjir ringan, dan dapat berbuah dalam 8 bulan hingga 3 tahun tergantung perawatan.

Jenis lain yang juga cocok untuk lahan basah

Selain tiga jenis tersebut, masih ada 12 pohon buah lain yang dinilai tahan terhadap kondisi lahan basah, yaitu sukun, rambutan, lengkeng, manggis, pepaya, belimbing manis, kedondong, mengkudu, pisang, kelapa, alpukat, dan durian.

Sukun dikenal memiliki daya tahan baik terhadap tanah basah atau tergenang. Tanaman ini mampu menahan air tanah dalam jumlah besar sehingga berfungsi sebagai penyimpan air dan membantu mengurangi risiko banjir.

Rambutan tahan terhadap genangan air dan menyukai curah hujan tinggi. Tanaman ini cocok ditanam di tepi sawah dengan drainase yang cukup baik, dengan masa berbuah dari biji sekitar 2–3 tahun dan hasil cangkok sekitar 2 tahun.

Lengkeng dapat beradaptasi pada iklim tropis dengan curah hujan tinggi dan tanah lembap, tetapi tetap memerlukan drainase yang baik agar akar tidak membusuk. Manggis juga tahan terhadap tanah basah, sementara kelembapan tinggi saat musim hujan dapat membantu menghasilkan buah berkualitas baik.

Pepaya termasuk tanaman buah yang tahan genangan dan memiliki tingkat transpirasi tinggi. Kemampuan ini membuat pepaya efektif menyerap air dari tanah dan membantu mengurangi kelembapan berlebih pada lapisan atas, selain dikenal cepat panen.

Belimbing manis dapat beradaptasi di berbagai jenis tanah selama genangan tidak berlebihan. Tanaman ini cocok ditempatkan di pematang sawah dengan drainase yang baik dan bisa berbuah relatif cepat bila dirawat dengan benar.

Kedondong dan mengkudu juga tergolong tangguh untuk lahan basah. Keduanya toleran terhadap tanah lembap hingga genangan sementara, sehingga cocok ditanam di area sawah atau lahan yang sering basah.

Pisang membutuhkan banyak air dan tumbuh baik di tanah lembap. Batangnya mampu menyimpan air dalam jumlah besar, sementara akarnya membantu menjaga kestabilan struktur tanah, walau drainase tetap perlu diperhatikan untuk mencegah busuk akar.

Kelapa termasuk tanaman yang sangat toleran terhadap tanah lembap dan genangan air. Tanaman ini bahkan dapat tumbuh pada tanah berpasir maupun salin, sehingga dinilai sesuai untuk area persawahan yang berair.

Alpukat juga disebut tahan terhadap banjir. Sistem perakarannya kuat dan dalam sehingga membantu mengikat tanah, memperbaiki struktur tanah, serta meningkatkan daya serap air.

Untuk lahan basah, alpukat sebaiknya ditanam di atas gundukan atau busut agar batang tidak langsung terkena genangan. Sementara itu, durian masih dapat tumbuh di area yang sering terendam selama genangannya tidak berlebihan.

Strategi budidaya agar hasil tetap maksimal

Pemilihan jenis tanaman saja belum cukup untuk menjamin hasil optimal. Di lahan persawahan, pembuatan sistem surjan atau bedengan tinggi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko genangan langsung pada akar.

Parit keliling juga dibutuhkan sebagai saluran pembuangan air. Sistem ini membantu menjaga drainase di sekitar area tanam agar air tidak terlalu lama mengendap.

Perbaikan tanah perlu ikut diperhatikan. Penambahan kapur dolomit dapat dilakukan bila tanah terlalu asam, sedangkan pupuk organik bermanfaat memperbaiki struktur tanah secara keseluruhan.

Bibit unggul dari okulasi atau sambung pucuk direkomendasikan karena cenderung lebih cepat berbuah. Jarak tanam juga perlu diatur agar keberadaan pohon buah tidak mengganggu aktivitas budidaya padi di sekitarnya.

Tidak semua pohon buah tahan genangan memiliki kebutuhan drainase yang sama. Jambu air cenderung menyukai kondisi basah, sedangkan lengkeng, durian, pisang, dan manggis tetap membutuhkan pengelolaan air yang baik agar pertumbuhan dan kualitas hasilnya tetap terjaga.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer