Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dipastikan akan memberi dampak langsung ke desa melalui skema pembagian keuntungan yang disebut mencapai 20 persen untuk Pendapatan Asli Desa. Sisa keuntungan sebesar 80 persen akan kembali ke masyarakat di desa setempat.
Skema itu membuat pemerintah desa memiliki kepentingan besar untuk ikut mengawal jalannya koperasi agar benar-benar efektif. Pemerintah pusat menempatkan Kopdes Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa, bukan sekadar lembaga distribusi biasa.
Ditopang Dana Desa dan potensi lokal
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan pembentukan koperasi ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi desa lewat potensi yang sudah ada di masing-masing wilayah. Ia menegaskan Dana Desa yang digunakan akan dimaksimalkan agar fungsi koperasi terasa langsung di lapangan.
Dalam jumpa pers usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Yandri menyampaikan bahwa manfaat koperasi akan diperkuat melalui potensi desa masing-masing. Ia juga menegaskan bahwa sebagian keuntungan Kopdes akan menjadi Pendapatan Asli Desa.
BUMDes ikut menjadi penghubung produksi warga
Yandri menyebut pemerintah desa perlu ikut memastikan koperasi ini berhasil karena ada efek positif yang langsung mengalir ke desa. Menurut dia, Kopdes Merah Putih juga akan bekerja sama dengan BUMDes agar produk desa tetap terserap sesuai potensi masing-masing.
Jumlah desa di Indonesia saat ini mencapai 75.266 desa. Dengan sebaran sebanyak itu, kerja sama Kopdes dan BUMDes diharapkan mampu menampung hasil produksi warga dari berbagai sektor, termasuk desa-desa tematik yang sudah dikembangkan pemerintah.
Di antara desa tematik itu terdapat desa jagung, desa padi, desa ikan nila, desa ikan lele, dan desa cokelat. Pola tersebut diarahkan agar rantai ekonomi di desa berjalan lebih kuat dan lebih terhubung.
| Skema | Porsi | Tujuan |
|---|---|---|
| Keuntungan Kopdes Merah Putih | 20 persen | Masuk Pendapatan Asli Desa |
| Sisa keuntungan | 80 persen | Kembali ke masyarakat di desa |
Juga diposisikan sebagai penyalur hasil panen
Dalam rapat terbatas yang sama, Kopdes Merah Putih diputuskan menjadi penyalur sekaligus penjamin hasil panen, terutama beras dan jagung. Peran itu memperkuat posisi koperasi sebagai penghubung antara produksi desa dan kebutuhan pasar.
Rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto itu membahas dua agenda utama, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 4 jam dan diikuti sejumlah menteri, pimpinan lembaga, Panglima TNI, serta beberapa direktur utama BUMN.
Dengan arah kebijakan itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diproyeksikan memberi manfaat ke pemerintah desa, BUMDes, dan warga secara bersamaan. Pemerintah berharap skema ini membuat ekonomi desa bergerak lebih kuat melalui hasil produksi yang terserap dan keuntungan yang kembali ke desa.
