21 Tewas Di Asrama Starobilsk, Forensik Rusia Menelusuri Sisa Serangan Drone

Komite Investigasi Rusia masih menyisir puing-puing bangunan di Starobilsk, Luhansk, setelah serangan yang oleh otoritas setempat dikaitkan dengan drone Ukraina. Dari lokasi yang tinggal rangka itu, Moskow menyebut 21 orang tewas, sementara Kyiv menolak bertanggung jawab.

Bangunan yang menjadi sasaran berada di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia dan sebelumnya digunakan sebagai perguruan tinggi pelatihan guru. Kini, area itu dipenuhi puing, logam bengkok, beton berserakan, dan sisa-sisa perabot yang hancur.

Kerusakan di fasad terlihat jelas dengan lubang besar yang mengoyak dinding bangunan. Jendela-jendela pecah, sementara di area luar masih tampak tumpukan material rusak yang belum dibersihkan.

Di dalam kompleks, meja dan lemari hancur masih tertinggal di sekitar bekas halaman. Seorang pekerja berseragam pelindung terlihat memeriksa potongan logam dan serpihan lain yang dibentangkan di atas terpal.

Otoritas Rusia mengatakan proses pencarian sudah selesai pada Sabtu malam. Mereka menegaskan jumlah korban tewas mencapai 21 orang dan menyebut banyak di antaranya perempuan muda.

Komisioner Hak Asasi Manusia Rusia, Yana Lantrova, mengatakan kepada wartawan bahwa serangan berlangsung dalam tiga gelombang UAV dengan jeda 10 hingga 15 menit. Ia juga menyebut total ada 16 UAV dan mengatakan serangan itu menunggu anak-anak keluar sebelum menghantam langsung ke arah mereka.

Pernyataan itu memperkuat versi Moskow bahwa serangan tersebut menargetkan area sipil atau fasilitas yang masih aktif digunakan. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Pihak Ukraina menolak tuduhan itu dan menyatakan pasukannya menyerang unit komando drone elit di area tersebut. Militer Ukraina juga menegaskan bahwa mereka mematuhi hukum humaniter internasional.

Laporan dari Starobilsk dibuat dalam kunjungan media yang diorganisasi Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia pada 24 Mei 2026. Reuters menyebut tidak dapat memverifikasi secara independen apa yang sebenarnya terjadi di lokasi itu.

Lokasi bangunan itu juga membawa bobot simbolik yang besar bagi Moskow. Di dindingnya terlihat simbol resmi negara Rusia, bersama petunjuk tentang cara menghadapi “ancaman terorisme”.

Luhansk sendiri berada di bawah kendali Rusia beberapa bulan setelah invasi Kremlin ke Ukraina pada Februari 2022. Karena itu, serangan di Starobilsk segera menjadi bagian dari pertarungan klaim yang lebih luas antara Moskow dan Kyiv.

Sesudah insiden itu, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan militernya menyiapkan opsi balasan terhadap Ukraina. Tak lama kemudian, pada Minggu dini hari, Rusia menghantam Kyiv dan wilayah sekitarnya dengan ratusan drone dan rudal.

Serangan balasan tersebut disebut sebagai salah satu bombardemen terberat ke ibu kota sejak perang dimulai. Empat orang tewas dalam serangan itu, dan Rusia juga meluncurkan rudal hipersonik Oreshnik di selatan Kyiv.

Berita Terkait