Penyaluran BBM di Sumatera Barat mulai kembali stabil setelah Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengerahkan 25 mobil tangki tambahan. Armada melalui skema spot charter itu dipakai untuk memperbesar kapasitas distribusi ke berbagai daerah.
Waktu perjalanan mobil tangki menuju SPBU juga semakin mendekati kondisi normal. Perbaikan akses pada sejumlah jalur utama menjadi faktor yang memperlancar pemulihan pasokan energi bagi masyarakat.
Armada dan terminal diperkuat
Penguatan armada dilakukan bersamaan dengan pengoperasian Integrated Terminal Teluk Kabung selama 24 jam. Fasilitas tersebut tetap mendukung penerimaan, penimbunan, serta penyaluran BBM tanpa henti.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan BBM selama normalisasi akses distribusi masih berjalan. Pertamina juga memantau stok di seluruh Fuel Terminal dan SPBU agar jadwal pengiriman dapat disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
| Fasilitas atau jalur | Kondisi | Dukungan bagi distribusi |
|---|---|---|
| Akses menuju Bungus | Akses membaik | Waktu tempuh mobil tangki mendekati normal |
| Sitinjau Lauik dan Lembah Anai | Lalu lintas semakin kondusif | Penyaluran ke SPBU lebih stabil |
| Integrated Terminal Teluk Kabung | Beroperasi 24 jam | Penerimaan, penimbunan, dan penyaluran tetap berjalan |
Akses jalan menentukan kelancaran
Perbaikan akses menuju Bungus, Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai membantu mobil tangki kembali menjangkau SPBU dengan lebih optimal. Kondisi lalu lintas yang lebih kondusif membuat ritme pengiriman mulai pulih.
Sebelumnya, perjalanan armada menghadapi kendala akibat perbaikan akses, penyempitan ruas, dan material longsor di beberapa titik. Situasi tersebut menyebabkan waktu tempuh lebih panjang dibandingkan keadaan normal.
Gangguan di jalur tersebut turut memengaruhi pengaturan pengiriman BBM ke SPBU. Karena itu, pola distribusi diperkuat dan rute maupun jadwal pengiriman terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Koordinasi pada jalur prioritas
Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, dan pemangku kepentingan lain untuk menjaga aliran pasokan. Pengawalan mobil tangki juga diberikan pada jalur-jalur prioritas guna membantu kelancaran pengiriman.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan seluruh sumber daya yang tersedia terus dioptimalkan. Keterangan itu dikutip Viva pada Minggu, 19 Juli 2026.
“Kami berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat. Kini, seiring membaiknya kondisi jalur distribusi di sejumlah titik, proses penyaluran BBM juga semakin lancar,” ujar Fahrougi.
Pertamina menilai dukungan lintas pihak penting untuk menjaga keandalan pasokan sebelum seluruh akses pulih sepenuhnya. Masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Source: www.viva.co.id






