Hanya 263 Kecamatan Punya SMP-SMA Berkualitas Baik, Ketimpangan Pendidikan Menganga

Kesempatan memperoleh pendidikan menengah bermutu masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Dari 7.288 kecamatan, hanya 263 kecamatan atau sekitar 4 persen yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian kualitas baik.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kualitas pendidikan belum tersebar merata di seluruh wilayah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut kondisi ini sebagai pengingat penting tentang belum samanya kesempatan anak dalam mengakses layanan pendidikan bermutu.

Data yang digunakan pemerintah berasal dari Data Pokok Pendidikan per 30 Juni 2025 dan Rapor Pendidikan 2025. Suatu wilayah masuk dalam capaian baik apabila sekolah SMP dan SMA di dalamnya berakreditasi A serta memiliki nilai literasi dan numerasi di atas 75.

IndikatorData
Jumlah kecamatan di Indonesia7.288 kecamatan
Kecamatan dengan capaian baik263 kecamatan
Persentase capaianSekitar 4 persen
Syarat capaian baikAkreditasi A serta literasi dan numerasi di atas 75

Mu’ti menegaskan data itu bukan ditujukan untuk memberi penilaian buruk kepada sekolah, guru, atau pemerintah daerah. Temuan tersebut dipakai untuk memetakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam pemerataan mutu pendidikan.

“Data tersebut merupakan pengingat bahwa kesempatan anak untuk memperoleh pendidikan bermutu masih belum sama,” ujar Mu’ti. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta.

SNT Disiapkan untuk Memperluas Akses

Pemerintah menyiapkan Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT sebagai salah satu upaya mendekatkan pendidikan berkualitas ke daerah. Program ini tidak hanya dirancang sebagai pembangunan satuan pendidikan baru.

SNT diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan mutu bagi sekolah dan lingkungan pendidikan di sekitarnya. Modelnya menghubungkan layanan SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Integrasi itu mencakup pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas, hingga penjaminan mutu. Dengan sistem yang tersambung, perkembangan murid diharapkan dapat didampingi lebih utuh sejak SMP hingga SMA.

SNT terbuka bagi semua kalangan dan tidak menggunakan sistem asrama. Penerimaan murid dilakukan melalui seleksi prestasi akademik maupun nonakademik.

ProgramSasaranKarakteristik
Sekolah Nasional TerintegrasiSemua kalanganMencakup SMP dan SMA, tidak berasrama
Sekolah RakyatAnak keluarga miskin ekstremBerasrama
SMA Unggul GarudaMurid jenjang SMABerasrama

Program ini mengutamakan calon murid dari wilayah tempat sekolah dibangun. SNT di Kabupaten Kupang, misalnya, akan menerima calon murid dari Kabupaten Kupang, sedangkan SNT di Kota Subulussalam diperuntukkan bagi calon murid dari kota tersebut.

Orientasi tersebut menempatkan SNT sebagai penguat layanan pendidikan lokal, bukan sarana untuk menghimpun murid berprestasi dari berbagai daerah. Pelaksanaannya akan berjalan bersama revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru.

Pemerintah juga tetap menjalankan Sekolah Rakyat, SMA Unggul Garuda, dan program pendidikan lain dengan sasaran masing-masing. Seluruh kebijakan itu diarahkan untuk memperluas akses terhadap pendidikan bermutu secara lebih merata.

Berita Terkait