Studi Temukan Perhatian Orang Tua Rendah Terkait Ciri Psikopatik pada Anak

Penelitian pada keluarga di Yunani-Siprus dan Belanda menemukan kaitan antara rendahnya perhatian orang tua dan tingginya ciri psikopatik pada anak. Temuan ini menempatkan kehangatan pengasuhan sebagai bagian penting dari lingkungan yang perlu diperhatikan ketika anak menghadapi persoalan perilaku.

Namun, hubungan tersebut tidak dapat dibaca sebagai akibat satu arah dari orang tua kepada anak. Perilaku anak yang menantang juga dapat memengaruhi cara orang tua memberikan perhatian maupun menerapkan kontrol di rumah.

Interaksi Pengasuhan dan Perilaku Anak

Anak dengan ciri psikopatik yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat perhatian orang tua yang lebih rendah. Di sisi lain, anak yang sulit diatur, agresif, atau sering melanggar aturan dapat meningkatkan tekanan yang dirasakan orang tua dalam pengasuhan.

Tekanan tersebut berpotensi membuat praktik pengasuhan menjadi kurang positif. Karena itu, penelitian ini tidak menempatkan keluarga sebagai satu-satunya penyebab munculnya persoalan perilaku pada anak.

Peneliti juga melihat kaitan antara ciri psikopatik, masalah perilaku, dan kontrol orang tua. Anak dengan ciri psikopatik serta masalah perilaku yang sama-sama tinggi cenderung menerima kontrol lebih besar dari orang tua.

Kontrol yang meningkat perlu dipahami dalam konteks respons terhadap tantangan pengasuhan. Temuan itu tidak menyatakan bahwa kontrol orang tua menjadi penyebab tunggal dari masalah yang dialami anak.

Kelompok Keluarga yang Diteliti

Studi yang dimuat dalam jurnal Child and Adolescent Psychopathology menggunakan dua kelompok orang tua dengan latar berbeda. CNBC Indonesia, yang mengutip PsyPost, menyebut penelitian itu melibatkan sampel komunitas Yunani-Siprus dan sampel klinis di Belanda.

Kelompok PartisipanJumlah Orang TuaKarakter Sampel
Komunitas Yunani-Siprus768Komunitas
Sampel Belanda217Klinis

Penelitian berjudul Psychopathic Traits and Parental Practices in Greek-Cypriot Community and Dutch Clinical Referred Samples menelaah sejumlah praktik pengasuhan. Analisisnya juga memasukkan masalah perilaku, termasuk agresivitas, pelanggaran aturan, perilaku tidak terkendali, dan kesulitan mengikuti norma sosial.

Tiga Dimensi Ciri Psikopatik

Dalam penelitian ini, ciri psikopatik tidak diperlakukan sebagai satu perilaku tunggal. Peneliti membaginya ke dalam tiga dimensi agar pola yang muncul dapat dibaca dengan lebih rinci.

DimensiGambaran Umum
Tidak berperasaan-tidak emosionalKurangnya empati dan kepedulian emosional
Sombong-penipuKecenderungan bersikap sombong atau manipulatif
Impulsif-kebutuhan akan stimulasiPerilaku impulsif dan kebutuhan akan rangsangan

Ciri-ciri tersebut mencakup kurang empati, sikap tidak peduli, kecenderungan manipulatif, dan impulsivitas. Karakteristik semacam ini lebih sering dikaitkan dengan orang dewasa, tetapi penelitian menunjukkan ciri serupa dapat terlihat pula pada anak dan remaja.

Istilah “anak psikopat” karena itu tidak tepat digunakan sembarangan untuk menerangkan perilaku sulit selama masa tumbuh kembang. Studi ini membahas ciri dan hubungan dengan praktik pengasuhan, bukan dasar untuk memastikan kondisi anak pada masa depan.

Pendekatan yang lebih menyeluruh diperlukan untuk memahami kebutuhan anak dan keluarga. Dukungan psikologis dapat mempertimbangkan persoalan perilaku sekaligus pengalaman pengasuhan yang berlangsung di sekitarnya.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terkait