3 Manfaat Teh Melati, Energi Lebih Ringan daripada Kopi hingga Antioksidan

Author: Redaksi Android62

Teh melati dapat menjadi pilihan bagi penikmat minuman berkafein yang ingin memperoleh tambahan energi tanpa kadar setinggi kopi. Secangkir teh melati disebut mengandung sekitar 35 mg kafein, sedangkan kopi sekitar 95 mg.

Perbedaan tersebut menempatkan teh melati sebagai alternatif dengan efek kafein yang lebih rendah, disertai aroma khas bunga melati. Namun, manfaat yang sering dikaitkan dengan minuman ini terutama bergantung pada jenis teh yang digunakan sebagai bahan dasarnya.

Manfaat Kandungan Utama Keterangan
Tambahan energi Kafein Sekitar 35 mg per cangkir, lebih rendah daripada kopi.
Perlindungan antioksidan Polifenol dan katekin Membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Dukungan kekebalan tubuh Katekin teh hijau Dikaitkan dengan perlindungan tubuh dari flu dan pilek.

1. Memberikan Tambahan Energi

Kafein dalam teh melati dapat memberi dorongan energi bagi orang yang ingin tetap terjaga atau lebih berfokus. Kadarnya yang lebih rendah daripada kopi membuat asupannya memiliki karakter berbeda bagi penikmat minuman berkafein.

Aroma melati bukan satu-satunya unsur yang membedakan minuman ini. Pada teh melati dengan dasar teh hijau, kafein hadir bersama katekin dan senyawa nabati lain.

Jumlah kafein dapat menjadi pertimbangan saat memilih minuman harian. Berdasarkan data yang disebutkan, teh melati menawarkan sekitar 35 mg kafein per cangkir, jauh di bawah sekitar 95 mg pada kopi.

2. Kaya Antioksidan

Manfaat lain yang menonjol berasal dari kandungan polifenol dalam teh melati. Senyawa nabati ini berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Teh melati yang dibuat dari teh hijau diketahui memiliki kandungan katekin yang tinggi. Beautynesia, yang mengutip Healthline, menyebut epigallocatechin gallate atau EGCG sebagai salah satu katekin yang menonjol.

EGCG dikaitkan dengan sejumlah aspek kesehatan, termasuk pengelolaan berat badan, kontrol gula darah, kesehatan jantung, dan kesehatan mulut. Katekin teh hijau juga disebut memiliki efek anti-inflamasi serta dapat membantu menurunkan kadar lipid darah.

Penurunan kadar lipid darah berpotensi berkaitan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Kaitan tersebut tetap perlu dilihat dalam konteks teh melati yang menggunakan teh hijau sebagai bahan dasarnya.

3. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Katekin teh hijau juga dikaitkan dengan dukungan bagi sistem kekebalan tubuh. Senyawa ini disebut dapat membantu melindungi tubuh dari flu dan pilek.

Peran tersebut berkaitan dengan kemampuan katekin dalam membantu melindungi sel dari dampak radikal bebas. Dalam teh hijau, katekin terdiri atas empat senyawa antioksidan.

Katekin termasuk kelompok flavan-3-ol yang dibahas dalam penelitian di Advances in Nutrition. Harney & Sons Master Tea Blenders turut menyoroti penelitian tersebut sebagai temuan mengenai dampak flavan-3-ol terhadap kesehatan.

Karena itu, pembaca perlu memperhatikan bahan dasar saat memilih teh melati. Kandungan katekin dan EGCG lebih relevan pada produk yang menggunakan teh hijau, sementara kafeinnya tetap menawarkan tambahan energi dengan kadar lebih rendah daripada kopi.

Berita Terbaru