350 Warga Bandung Dapat Pemeriksaan Gratis, INTI Jabar Buka Akses Kesehatan Lebih Luas

Author: Redaksi Android62

Sebanyak 350 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar INTI Jawa Barat bersama RS Mitra Keluarga Bekasi Timur di Hotel Harris Festival City Link, Kota Bandung, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dan terbuka tidak hanya untuk anggota INTI, tetapi juga masyarakat umum.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak pagi hingga sore. Kehadiran layanan ini memberi kesempatan bagi warga Bandung untuk memeriksa kondisi tubuh lebih dini tanpa harus langsung datang ke fasilitas kesehatan dengan biaya penuh.

Layanan pemeriksaan dengan dokter spesialis

Program tersebut menghadirkan lima dokter spesialis, yakni dr. Dian Burhansah, OG, dr. Riki Irawan, dr. Bimo Kusumo, BTKV, dr. Setiawan Widodo, JP, dan dr. Satria Prawira Putra, Sp.OT. Para peserta memperoleh layanan USG Obgyn, USG Varises, EKG atau rekam jantung, rontgen lutut, serta suntik vitamin gratis.

Layanan Keterangan
USG Obgyn Pemeriksaan dengan dokter spesialis kandungan
USG Varises Pemeriksaan kondisi pembuluh darah vena
EKG Rekam jantung untuk memantau kondisi kardiovaskular
Rontgen lutut Pemeriksaan penunjang pada area lutut
Suntik vitamin Diberikan gratis selama kegiatan berlangsung

Ketua INTI Jawa Barat, Leon Hanafi, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan nyata organisasi kepada masyarakat. Ia menegaskan INTI ingin menjadi jembatan yang memudahkan akses pasien ke rumah sakit, termasuk dalam proses pendaftaran dan keringanan biaya.

Leon juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah berdiskusi dengan RS Mitra Keluarga Bekasi Timur agar peserta yang datang melalui INTI memperoleh pelayanan khusus. Menurut dia, biaya yang dikenakan juga akan lebih ringan dari biasanya.

Deteksi dini menjadi alasan utama

Wakil Ketua INTI Jawa Barat, Mimi Ekiami, mengatakan pembukaan layanan untuk umum dilakukan agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan. Ia menilai medical check up membantu deteksi dini sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.

Mimi menekankan bahwa mengetahui kondisi tubuh sejak awal memberi peluang penanganan yang lebih cepat. Karena itu, ia berharap warga semakin rutin memeriksa kesehatan dan tidak menunggu gejala menjadi berat.

Leon pun mengaitkan program ini dengan pentingnya kualitas sumber daya manusia yang sehat. Menurut dia, manusia yang sehat baru bisa berprestasi dan berkontribusi, sehingga kegiatan kesehatan seperti ini punya arti yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia bahkan menyebut upaya tersebut berkaitan dengan ketahanan nasional di luar sektor ekonomi, budaya, dan pangan. Pandangan itu menjadi salah satu alasan INTI Jabar mendorong program kesehatan yang dapat diakses lebih banyak warga.

Kerja sama akan diperluas ke daerah lain

INTI Jawa Barat menyatakan kegiatan serupa akan terus digelar di wilayah lain di Jawa Barat. Setelah Bandung, organisasi itu sudah berdiskusi dengan RS Mitra Keluarga untuk kemungkinan pelaksanaan di Kota Sukabumi atau Tasikmalaya.

Rencana tersebut juga mempertimbangkan keberadaan INTI daerah di dua wilayah itu agar pelaksanaan kegiatan bisa berjalan lebih terarah. Dengan begitu, warga di luar Bandung diharapkan dapat memperoleh fasilitas yang sama.

Sebagai tindak lanjut, INTI Jabar dan RS Mitra Keluarga Bekasi Timur telah menandatangani perjanjian kerja sama. Dalam kerja sama itu, INTI menyiapkan mobil gratis bagi pasien yang memerlukan pemeriksaan lanjutan ke Bekasi.

Mimi berharap program ini dapat membuat masyarakat, khususnya di Kota Bandung dan Bandung Raya, hidup lebih sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Kegiatan di Bandung menjadi langkah awal dari upaya memperluas akses kesehatan yang lebih mudah dijangkau warga.

Source: www.suarapakta.com
Berita Terbaru