Yang paling mencolok dari Honda PCX 160 bekas ini justru bukan bodinya, melainkan kondisi mesinnya yang masih terasa halus meski odometer sudah menembus 39.000 kilometer. Unit yang diuji di rute Yogyakarta oleh Youtube Otomotif TV itu memperlihatkan bahwa pemakaian berat tidak selalu membuat sektor mekanis ikut menurun.
Motor yang dibahas merupakan Honda PCX 160 tipe CBS keluaran 2022 berwarna Hitam Dof. Setelah dipakai sekitar 2,5 tahun, tampilannya memang jauh dari segar karena bekas pakai terlihat di banyak bagian.
Bodi cepat menua, terutama pada warna Hitam Dof
Dari luar, motor ini memperlihatkan jejak penggunaan harian yang sangat jelas. Warna hitam dof tampak kusam, kucel, dan penuh goresan bila tidak dirawat ekstra.
Beberapa area yang sering disentuh juga menunjukkan keausan. Pijakan kaki penuh lecet, sementara mika spidometer sudah dipenuhi baret.
Kerusakan yang terlihat tidak berhenti pada goresan ringan. Di sisi kanan, unit ini terindikasi pernah mengalami benturan cukup keras hingga tampak pecah dan retak.
Bagian lain ikut memperkuat kesan bahwa motor ini dipakai tanpa kompromi. Karet handgrip tampak menyimpan kotoran, jok mulai retak dengan jahitan terlepas, dan cat pada suspensi depan sudah mengelupas.
Mesin tetap halus dan tidak gredek
Meski tampilan luarnya lelah, mesin 157 cc SOHC 4-katup eSP+ pada unit ini masih bekerja baik. Karakternya tetap halus dengan getaran yang minim, bahkan setelah jarak tempuhnya tinggi.
Hal yang paling penting bagi calon pembeli motor bekas juga masih aman. Pada unit ini tidak muncul gejala gredek yang sering menjadi perhatian di area CVT.
Kondisi tersebut tidak lepas dari perawatan rutin yang dijalankan pemilik. Oli tercatat selalu diganti setiap 6.000 kilometer sehingga performa mesin tetap stabil meski motor dipakai intensif.
Efisiensi bahan bakarnya juga masih terjaga. Saat dipakai touring, konsumsi BBM tercatat 2,2 liter per 100 kilometer atau sekitar 1:45 hingga 1:50.
Suspensi justru terasa lebih nyaman
Ada temuan menarik dari motor yang sudah menempuh jarak 39.000 kilometer ini. Keluhan suspensi belakang keras atau jeduk yang kerap dirasakan pada PCX 160 baru justru berkurang pada unit tersebut.
Setelah pemakaian panjang, bantingan belakang terasa lebih empuk dan nyaman. Karakter ini membuat motor lebih toleran saat melewati jalan yang kurang mulus.
Perubahan itu diduga terjadi karena komponen suspensi sudah melewati fase penyesuaian maksimal. Ada juga kemungkinan oli sokbreker menjadi lebih encer sehingga redamannya terasa lebih lembut.
Apa pun penyebab teknisnya, hasil akhirnya justru menguntungkan saat motor dibawa jalan. Suspensi yang dulu identik dengan bantingan keras malah menjadi salah satu kejutan paling positif dari unit ini.
Pelajaran bagi pemburu PCX 160 bekas
Kondisi Honda PCX 160 ini menunjukkan bahwa angka kilometer tinggi tidak otomatis berarti kualitas mesin ikut turun. Tampilan luar memang bisa cepat menua, apalagi pada motor berwarna hitam dof yang dipakai keras setiap hari.
Di sisi lain, mesin yang tetap halus, bebas gredek, dan irit memperlihatkan fondasi mekanis yang kuat selama perawatan tidak diabaikan. Karena itu, calon pembeli unit bekas perlu lebih cermat membaca catatan servis ketimbang hanya menilai kosmetik.
Bodi, jok, handgrip, dan finishing cat masih bisa diremajakan dengan biaya tambahan. Namun kondisi motor ini memperlihatkan bahwa hal paling penting justru ada pada perawatan berkala yang menjaga performa tetap prima hingga puluhan ribu kilometer.
Source: www.suara.com