4.118 Proyek Listrik PLN Siap Dikebut, Basis Baru Transisi Energi 2025-2034

PLN menyiapkan 4.118 proyek kelistrikan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik atau RUPTL 2025-2034. Jumlah ini menjadi sinyal bahwa perusahaan listrik pelat merah itu tengah mempercepat perluasan sistem tenaga listrik sekaligus mendorong transisi energi ke arah yang lebih bersih.

Skala rencana tersebut jauh lebih besar dibandingkan RUPTL sebelumnya yang hanya memuat sekitar 2.800 proyek dalam rentang 10 tahun. Perbedaan itu menunjukkan bahwa arah pembangunan listrik nasional kini tidak lagi sebatas menambah kapasitas, tetapi juga menata ulang sistem agar lebih siap menghadapi kebutuhan energi masa depan.

EBT mendapat porsi besar dalam penambahan kapasitas

Dari tambahan kapasitas 69,5 gigawatt yang disiapkan dalam RUPTL 2025-2034, sekitar 76 persen diarahkan ke Energi Baru Terbarukan atau EBT. Komposisi itu memperlihatkan bahwa pengembangan pembangkit baru diarahkan untuk mendukung bauran energi yang lebih hijau.

Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, menegaskan bahwa perusahaan mendukung penuh agenda pemerintah. Ia menyebut PLN berkomitmen pada transisi energi dan target net zero emission pada 2060.

Pernyataan itu penting karena menunjukkan bahwa pembangunan kelistrikan tidak hanya berfokus pada perluasan jaringan. Arah kebijakannya juga bergeser ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan lebih sejalan dengan tujuan dekarbonisasi.

Masalah utama ada pada sebaran sumber dan pusat permintaan

PLN melihat tantangan besar dalam mewujudkan rencana tersebut karena lokasi sumber EBT tidak selalu berada dekat dengan wilayah kebutuhan listrik. Chairani menjelaskan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara ketersediaan sumber energi dan pusat permintaan.

“ Kita melihat ada mismatch. Sumber EBT ada di banyak tempat, tapi demand masih terpusat,” ujarnya.

Kondisi ini membuat pembangunan pembangkit saja belum cukup untuk menjawab kebutuhan sistem. Infrastruktur penghubung harus ikut diperkuat agar listrik dari daerah sumber bisa dikirim ke wilayah dengan konsumsi tinggi secara andal.

Super grid dan gardu induk jadi tulang punggung

Untuk mengatasi persoalan distribusi itu, PLN menyiapkan pembangunan jaringan super grid sepanjang 48.000 kilometer sirkuit. Perusahaan juga menargetkan peningkatan kapasitas gardu induk hingga 108.000 MVA.

Langkah tersebut dibutuhkan agar sistem kelistrikan mampu menampung tambahan pasokan dalam jumlah besar. Tanpa jaringan transmisi yang kuat, potensi EBT di banyak daerah akan sulit dimanfaatkan secara optimal oleh pusat beban.

Rencana besar ini juga terkait dengan target jangka panjang menaikkan kapasitas listrik nasional dari 100 gigawatt menjadi 400 gigawatt pada 2060. Dengan arah seperti itu, penguatan jaringan menjadi bagian penting dari upaya menjaga keandalan sekaligus membuka ruang bagi pembangkit baru.

Proyek prioritas sudah disiapkan untuk tahun 2026

Di sisi pelaksanaan, PLN telah menyiapkan 574 proyek prioritas dengan total investasi Rp 291,9 triliun. Dari jumlah itu, 278 proyek tahap awal sudah masuk proses pengadaan, sedangkan 387 proyek lainnya masih berada pada tahap desain enjiniring dan penyusunan dokumen lelang.

Tahapan ini memperlihatkan bahwa agenda besar tersebut tidak berhenti di atas kertas. Sebagian proyek sudah bergerak ke proses pengadaan, sementara sisanya masih disiapkan agar pelaksanaan di lapangan bisa berjalan lebih tertib.

PLTS, penyimpanan energi, dan konversi aset lama ikut didorong

Selain jaringan transmisi, PLN juga memperluas pengembangan pembangkit tenaga surya. Dalam rencana itu terdapat 21 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi BESS berkapasitas 513 MWp.

PLN juga menyiapkan konversi 741 lokasi PLTD berbasis BBM menjadi pembangkit surya melalui program digitalisasi sistem kelistrikan. Langkah ini menunjukkan bahwa transformasi energi tidak hanya menyasar proyek baru, tetapi juga aset lama yang selama ini masih bergantung pada bahan bakar fosil.

Dengan kombinasi 4.118 proyek, porsi EBT yang dominan, super grid yang lebih panjang, dan gardu induk berkapasitas lebih besar, RUPTL 2025-2034 menjadi salah satu landasan utama PLN untuk membentuk sistem listrik nasional yang lebih terhubung, lebih bersih, dan lebih siap melayani kebutuhan energi yang terus berkembang.

Berita Terkait