Indonesia telah masuk lima besar pengguna ChatGPT untuk coding, analitik data, dan pendidikan. Namun, tingginya adopsi itu belum otomatis membuat pemanfaatan AI berkembang hingga mengubah cara kerja dan model bisnis secara mendasar.
Komdigi kini mengarahkan perhatian pada kesenjangan kemampuan menggunakan AI secara lebih dalam. Pemerintah menyiapkan empat langkah di sektor yang dinilai paling dekat dengan kebutuhan masyarakat dan layanan sehari-hari.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa sekadar mengadopsi teknologi belum cukup untuk mendorong transformasi. AI perlu digunakan secara bermakna di pendidikan, kesehatan, jasa keuangan, serta sektor publik.
Hampir separuh angkatan kerja Indonesia disebut telah menggunakan AI setiap minggu. Meski demikian, banyak pengguna dan pelaku usaha masih memakainya untuk pekerjaan operasional dasar.
Empat sektor menjadi titik awal
Empat sektor prioritas tersebut dirancang untuk memperlihatkan manfaat AI yang lebih nyata. Setiap sektor memiliki fokus penerapan dan hasil yang diharapkan berbeda.
| Sektor | Fokus Penerapan AI | Manfaat yang Diharapkan |
|---|---|---|
| Pendidikan | Penerapan terstruktur dengan perhatian pada keamanan dan usia peserta didik | Meningkatkan pembelajaran tanpa melemahkan berpikir kritis |
| Kesehatan | Penapisan TBC dan diagnosis awal | Memperkuat layanan di daerah dengan keterbatasan dokter spesialis |
| Jasa Keuangan | Memperluas penggunaan AI ke lembaga keuangan mikro | Memperlebar manfaat transformasi digital |
| Sektor Publik | Mendukung kerja birokrasi dan aparatur sipil negara | Meningkatkan efisiensi dan mutu pelayanan publik |
Di pendidikan, Komdigi mendorong penggunaan AI yang tidak lagi bergantung pada eksperimen perseorangan. Sistem penerapannya perlu memperhatikan keamanan serta kesesuaian bagi usia peserta didik.
Pemerintah juga menekankan bahwa pemakaian AI di ruang belajar tidak boleh mengurangi kemampuan bernalar generasi muda. Teknologi tersebut diharapkan membantu proses pembelajaran sambil menjaga daya pikir kritis.
Sektor kesehatan menjadi contoh penerapan yang dapat memberi dampak langsung. AI telah dimanfaatkan untuk penapisan TBC dan dapat membantu mempercepat langkah awal layanan ketika dokter spesialis masih terbatas.
Manfaat tersebut dinilai penting terutama bagi wilayah terpencil. Teknologi dapat mendukung tenaga kesehatan, tetapi tidak diposisikan sebagai pengganti peran manusia dalam layanan medis.
UMKM dan kebijakan menjadi fondasi
Di sektor jasa keuangan, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada korporasi besar. Pemakaian AI juga didorong agar menjangkau lembaga keuangan mikro sehingga manfaat digitalisasi dapat dirasakan lebih luas.
Tantangan lain berada pada jutaan UMKM yang belum sepenuhnya masuk ke dalam ekosistem digital. Nezar menilai fondasi AI tidak dapat dibangun kuat apabila fondasi digital dasarnya belum terbentuk.
Untuk sektor publik, AI diproyeksikan membantu pekerjaan birokrasi dan aparatur sipil negara. Targetnya ialah efisiensi kerja yang lebih baik serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut keterangan Komdigi yang dikutip CNN Indonesia, pemerintah juga tengah memproses Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial, Peta Jalan AI Nasional, dan Etika AI Nasional menjadi Peraturan Presiden. Kerangka itu disiapkan dengan pendekatan berbasis risiko agar pengembangan AI tetap aman dan terarah.
Nezar menempatkan AI sebagai alat yang melengkapi kemampuan manusia, bukan menggantikannya. Karena itu, peningkatan literasi AI perlu berjalan bersama penguatan kemampuan bernalar agar pemanfaatannya tetap bijaksana.
