Di tengah lonjakan minat pada AI dan naiknya kebutuhan chip dalam setahun terakhir, harga banyak perangkat konsumen ikut terdorong naik. Namun, empat laptop berikut masih menonjol sebagai pilihan hemat yang tetap menawarkan nilai, fitur, dan daya tahan yang masuk akal bagi pelajar, pekerja lepas, gamer, maupun pengguna kasual.
Fokusnya bukan pada spesifikasi paling tinggi, melainkan pada kombinasi harga dan manfaat yang diterima pengguna. Dari Windows, Chromebook, sampai model 2-in-1, daftar ini memperlihatkan bahwa laptop murah masih bisa relevan untuk kebutuhan harian tanpa terasa serba kompromi.
Acer Aspire Go 15 menjadi salah satu opsi Windows paling menarik di kelas hemat. Model entry-level-nya bahkan disebut berada di sekitar $300, dengan konfigurasi 128GB penyimpanan dan 8GB RAM.
Perangkat ini biasanya hadir dengan Intel Core i3 atau prosesor seri N, termasuk Intel Core i3-N355. Ada juga varian AMD Ryzen 3 7320U, sementara opsi penyimpanan dan memori dapat naik hingga 1TB SSD dan 16GB RAM.
Di rentang harga di bawah $500, Acer masih menyediakan pilihan 512GB SSD dan 16GB RAM. Kelengkapan port juga menjadi nilai jual, karena ada HDMI, jack audio 3,5 mm, USB-A, dan USB-C, meski tidak tersedia port Ethernet.
2. MacBook Neo
Untuk pengguna Apple, MacBook Neo muncul sebagai laptop termurah yang pernah dijual Apple, dengan harga mulai $599. Laptop ini memakai chip Apple A18 Pro dengan CPU 6-core yang terdiri dari 2 performance core dan 4 efficiency core.
Konfigurasinya mencakup GPU 5-core, 8GB RAM, dan 256GB SSD. Apple menyebut daya tahan baterainya bisa mencapai 16 jam dalam kondisi tertentu, sementara penggunaan standar dilaporkan rata-rata sekitar 13 jam.
Kelemahannya terletak pada sisi konektivitas, karena hanya tersedia dua port USB-C. Salah satunya bahkan masih berkecepatan USB 2, tetapi bodi all-metal dan layarnya dinilai bagus, sehingga tetap memberi kesan premium.
3. Asus Chromebook Plus CX34
Asus Chromebook Plus CX34 menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Chromebook tanpa biaya besar. Laptop 14 inci ini dijual di bawah $500 dan pada momen tertentu bisa turun hingga sekitar $400, tergantung penjual dan model.
Performa harian ditopang Intel i3-1215U, meski tersedia pula varian Intel i3-1315U. Penyimpanan dan memorinya dapat mencapai 512GB dan 16GB, dengan daya tahan baterai rata-rata berada di kisaran 7 hingga 11 jam.
Untuk kelasnya, port yang disediakan cukup lengkap. Tersedia dua USB-C, dua USB-A, satu jack audio combo 3,5 mm, dan satu HDMI, ditambah keyboard yang dinilai nyaman dengan tombol besar.
Sebagai Chromebook, perangkat ini juga tidak membawa bloatware Windows yang sering mengganggu sebagian pengguna. Karena itu, CX34 cocok untuk browsing, menonton film, bekerja dengan dokumen, dan aktivitas umum lainnya.
Lenovo Chromebook Duet 11 (Gen 9) menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel lewat format 2-in-1 detachable. Model ini ditujukan untuk pengguna muda, kebutuhan pendidikan, dan akses cepat ke aplikasi penting.
Layarnya berukuran 11 inci dan ditenagai MediaTek Kompanio 838. Pilihan memorinya 4GB atau 8GB, sedangkan penyimpanan tersedia dalam 64GB atau 128GB eMMC.
Harga perangkat ini berada di bawah $400, dan pada momen tertentu bisa ditemukan di bawah $300. Performa dan baterainya memang bukan untuk kelas atas, tetapi layar sentuhnya dinilai bagus dan bagian tablet terasa dibangun dengan baik.
Yang perlu diperhatikan, keyboard-nya disebut agak ringkih dengan tombol yang lebih kecil dan tata letak yang rapat. Bagi pengguna dengan tangan besar, bagian ini bisa terasa kurang nyaman jika dipakai dalam durasi panjang.
Empat model ini menunjukkan bahwa laptop murah masih punya ruang yang kuat di pasar, meski tekanan harga dari chip dan kebutuhan AI terus meningkat. Bagi pembeli yang cermat, pilihan terbaik justru sering muncul dari model yang tidak paling mahal, tetapi paling pas dengan kebutuhan harian.
