4 Tanda Telur di Kulkas Sudah Tak Layak Masak, Bau dan Warna Jadi Sinyal Awal

Author: Redaksi Android62

Telur yang tampak biasa di kulkas belum tentu aman diolah. Begitu cangkang dipecahkan, bau menyengat, asam, atau busuk sering menjadi tanda paling tegas bahwa telur sudah rusak dan tidak layak dimasak.

Karena itu, pemeriksaan sederhana sebelum telur masuk wajan sebaiknya tidak dilewati. Langkah ini penting untuk mencegah gangguan pencernaan hingga risiko infeksi bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.

1. Bau telur berubah drastis

Salah satu petunjuk paling mudah dikenali ada pada aromanya. Telur segar umumnya tidak berbau mencolok, sedangkan telur rusak kerap mengeluarkan aroma belerang, asam, atau bau busuk yang tidak biasa.

Jika telur masih berada di dalam cangkang, pecahkan dulu ke mangkuk atau piring bersih sebelum dicium. Bila aromanya sudah tidak normal, telur sebaiknya langsung dibuang dan wadahnya dicuci dengan air panas serta sabun agar bakteri tidak berpindah ke bahan makanan lain.

2. Cangkang retak, berlendir, atau bernoda

Kondisi bagian luar telur juga memberi banyak petunjuk. Cangkang yang retak atau pecah dapat menjadi jalan masuk bakteri dan membuat kualitas telur turun lebih cepat.

Permukaan yang berlendir patut diwaspadai karena sering berkaitan dengan pertumbuhan bakteri di bagian luar cangkang. Bercak putih seperti bubuk atau noda yang menyerupai jamur juga menjadi tanda buruk dan membuat telur lebih aman dibuang daripada dipakai memasak.

3. Hasil uji air menunjukkan usia telur

Uji apung masih kerap dipakai untuk menilai kesegaran telur. Caranya sederhana, cukup masukkan telur ke dalam wadah berisi air dan amati posisinya.

Jika telur tenggelam lalu berbaring di dasar wadah, biasanya telur masih segar. Namun, telur yang berdiri tegak, miring ke atas, atau mengapung menandakan kantung udara di dalamnya sudah membesar karena udara makin banyak masuk seiring usia penyimpanan.

Meski begitu, telur yang mengapung belum tentu langsung busuk. Karena itu, hasil uji air perlu dibarengi dengan cek bau dan kondisi fisik agar penilaiannya lebih akurat.

4. Warna dan tekstur isi telur tidak normal

Setelah telur dipecahkan, warna putih dan kuningnya juga patut diperhatikan. Telur yang sehat umumnya memiliki putih bening dan kuning telur yang cerah.

Jika warna berubah menjadi hijau, merah muda, kebiruan, atau keabu-abuan, sebaiknya telur tidak digunakan. Perubahan warna seperti itu dapat menandakan adanya bakteri atau mikroorganisme lain yang mencemari telur, sehingga memasak sampai matang pun belum tentu menghilangkan seluruh risikonya.

Tekstur putih telur juga memberi sinyal tambahan. Putih telur yang terlalu encer dan menyebar luas saat dipecahkan biasanya menandakan telur sudah cukup tua, meski belum tentu busuk.

Dengan memperhatikan bau, kondisi cangkang, hasil uji air, serta warna dan tekstur isi telur, kualitasnya bisa dinilai lebih aman sebelum dimasak. Pemeriksaan sederhana ini membantu mencegah telur yang sudah terkontaminasi masuk ke hidangan sehari-hari.

Source: www.beautynesia.id
Berita Terbaru