Mobil China Bikin Biaya Jalan Turun Drastis, Hybrid dan Listrik Mulai Menekan BBM

Author: Redaksi Android62

Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat mobil energi baru atau NEV semakin dilirik karena biaya operasionalnya jauh lebih ringan. Dalam sejumlah simulasi yang dipaparkan pabrikan China, penghematan harian hingga bulanan terlihat jelas saat dibandingkan dengan mobil bensin konvensional.

Di pasar yang masih menuntut mobil serbaguna untuk harian sekaligus perjalanan luar kota, efisiensi energi kini menjadi nilai jual yang sulit diabaikan. Bagi banyak konsumen, hitungan biaya jalan mulai menjadi pertimbangan utama selain harga beli dan fitur.

Hybrid diposisikan sebagai jalan tengah

Chery Indonesia menonjolkan Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH sebagai model hybrid yang menawarkan efisiensi tanpa mengorbankan fleksibilitas penggunaan. Keduanya diarahkan untuk konsumen yang masih membutuhkan mobil untuk rute dalam kota maupun perjalanan jauh.

Dalam simulasi yang disampaikan, perjalanan pulang-pergi sejauh 40 kilometer hanya membutuhkan biaya kurang dari Rp14.000 jika kendaraan berjalan sepenuhnya dalam mode listrik. Untuk rute luar kota sejauh 240 kilometer, biaya yang dibutuhkan disebut kurang dari Rp160.000.

Chery menyebut angka itu masih bisa turun hingga sekitar separuhnya jika kendaraan digunakan sepenuhnya dalam mode listrik. Namun, penghematan maksimal tersebut bergantung pada pola pengisian daya selama perjalanan, karena pengemudi perlu mengisi daya berkala agar mobil tidak memakai bensin sama sekali.

Dalam simulasi penggunaan hingga 1.200 kilometer per bulan, total biaya energi Tiggo 8 CSH diperkirakan sekitar Rp568.909. Adapun Tiggo 9 CSH diperkirakan membutuhkan sekitar Rp392.199 per bulan.

Chery menilai biaya itu jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan bensin konvensional untuk jarak yang sama. Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, mengatakan perusahaan ingin menunjukkan bahwa efisiensi dan fleksibilitas bisa berjalan beriringan.

Listrik murni menawarkan penghematan lebih besar

Di luar lini hybrid, iCAR sebagai submerek Chery untuk kendaraan listrik juga menampilkan angka penghematan yang lebih besar. Model SUV listrik semi-offroad iCAR V23 tipe Y RWD disebut hanya membutuhkan biaya pengisian daya Rp153.000 per bulan.

Perhitungan itu memakai asumsi perjalanan harian 30 kilometer dalam kondisi lalu lintas perkotaan. Sebagai pembanding, kendaraan bermesin bensin dengan konsumsi rata-rata 12 kilometer per liter disebut membutuhkan biaya sekitar Rp1,2 juta per bulan untuk menempuh jarak yang sama.

Selisih tersebut menjadi salah satu alasan utama pabrikan mendorong kendaraan listrik di tengah kenaikan harga BBM. Product Planning Manager iCAR Indonesia, Tommy Hermansyah, mengatakan penghematan energi tidak harus dibayar dengan hilangnya karakter sebuah SUV.

Menurut dia, pengguna tetap bisa mendapatkan desain yang kuat, posisi berkendara tinggi, pengalaman mengemudi yang menyenangkan, serta fleksibilitas modifikasi. Dengan kata lain, efisiensi tidak lagi diposisikan sebagai kompromi atas daya tarik produk.

Persaingan NEV bergeser ke biaya harian

Data simulasi dari dua merek dalam satu kelompok usaha itu memperlihatkan pola yang serupa. Fokus utama mereka bukan semata-mata teknologi listrik atau hybrid, melainkan biaya penggunaan yang terasa langsung oleh konsumen dari hari ke hari.

Pendekatan itu relevan karena konsumen kerap melihat total biaya kepemilikan, bukan hanya harga awal kendaraan. Saat biaya bahan bakar naik, model dengan kebutuhan energi yang lebih rendah otomatis mendapat perhatian lebih besar.

Hybrid menawarkan pilihan bagi pengguna yang ingin berhemat tetapi tetap membutuhkan keluwesan untuk perjalanan jauh. Sementara itu, mobil listrik murni menjadi opsi paling irit selama pola penggunaan dan akses pengisian dayanya mendukung.

Kondisi tersebut membuat NEV dari merek China tampil bukan hanya sebagai kendaraan modern, tetapi juga sebagai pilihan yang lebih masuk akal bagi pengeluaran energi bulanan. Dalam situasi harga BBM nonsubsidi yang terus menekan, hitungan biaya jalan menjadi senjata utama di pasar otomotif.

Berita Terbaru