Sesi tentang masa depan sepak bola Indonesia menjadi penutup yang paling menyita perhatian pada hari pertama Indonesia Summit 2026. Dalam diskusi bertajuk “Gen Z and the Future of Indonesian Football”, Erick Thohir tampil bersama Rudy Suhendra dan Beckham Putra Nugraha.
Penempatan sesi ini menunjukkan bahwa forum yang digelar IDN tersebut tidak berhenti pada isu teknologi dan ekonomi digital. Sepak bola ikut dibawa ke panggung utama sebagai bagian dari pembahasan tentang generasi muda, kepemimpinan, dan arah pembangunan Indonesia.
Agenda hari pertama yang padat sejak pagi
Rangkaian acara dimulai dengan open gate pada 07.30 WIB. Setelah itu, jadwal bergerak cepat dari pembukaan IDN, sesi keynote, hingga diskusi lintas bidang yang menyoroti perubahan besar di era digital.
Winston Utomo dijadwalkan membuka acara pada 09.20 WIB. Sesudah itu, William Utomo tampil dalam keynote dan IMGR2027 Presentation pada 09.25 WIB, sebelum Budi Gunadi Sadikin naik ke panggung dalam VIP Keynote Speech pada 09.35 WIB.
Di pagi hari yang sama, Budi Gunadi Sadikin kembali muncul dalam sesi “Where Can New Growth Come From?” pada 09.50 WIB. Dari titik itu, agenda berlanjut ke topik gaya hidup digital, infrastruktur keuangan digital, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Deretan tema yang menyorot perubahan besar
Susunan sesi hari pertama memperlihatkan rentang isu yang sangat luas. Ada pembahasan tentang pengaruh milenial dan Gen Z di era digital, pembangunan infrastruktur digital finance untuk ekonomi berikutnya, hingga strategi pertumbuhan kota-kota tier dua.
Nama-nama seperti Astrid Ariani Wijana, Melody Laksani, Friderica Widyasari, Dian Siswarini, dan Putri Tanjung masuk dalam daftar pembicara. Pada pukul 13.00 WIB, Dedi Mulyadi dan Eka S Lorena Surbakti membahas “Hyperlocal Hyper-Growth: The Rise of the ‘Second Tier’”.
Setelah itu, fokus bergeser ke creator economy melalui sesi “Sustainable Creator Economy: Beyond Followers, Towards Impact” pada 13.55 WIB. Lalu, Meutya Hafid, Lisa Qonita, dan Neneng Goenadi membahas “Sovereign AI, The Infrastructure Race” pada 14.20 WIB.
Erick Thohir membawa olahraga ke panggung utama
Sesi yang melibatkan Erick Thohir dijadwalkan berlangsung pada 16.20 WIB. Topik yang diangkat adalah “Gen Z and the Future of Indonesian Football”, dengan Rudy Suhendra dan Beckham Putra Nugraha sebagai rekan diskusi.
Kehadiran sesi ini memperlihatkan bahwa Indonesia Summit 2026 menempatkan olahraga sebagai bagian dari percakapan masa depan. Tema tersebut juga memperluas cakupan forum agar tidak hanya membahas bisnis dan teknologi, tetapi juga sektor yang dekat dengan generasi muda.
Leap Lab menambah ruang diskusi yang lebih teknis
Selain panggung utama, Indonesia Summit 2026 juga menyiapkan Leap Lab Day 1 sebagai forum yang lebih spesifik dan interaktif. Agenda ini dimulai pada 14.30 WIB dengan pembahasan pertumbuhan kota-kota tier dua melalui strategi pasar dan kebutuhan lokal.
Pada sesi itu, Liliane Melissa dan Rea Qinthara D. menjadi pembicara. Kemudian, pada 16.30 WIB, Leap Lab menggelar diskusi “Code of Trust: Building a Credible Cybersecurity Business in a Cashless Generation” bersama Marshall Pribadi dan Yosia Sugialam.
Keberadaan Leap Lab membuat peserta memiliki pilihan yang lebih beragam. Forum ini membuka ruang untuk topik yang lebih teknis, mulai dari strategi bisnis lokal hingga keamanan siber.
Tentang Indonesia Summit 2026
Indonesia Summit merupakan acara tahunan yang digagas IDN untuk membentuk masa depan Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor. Acara ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperoleh wawasan, inspirasi, dan koneksi dengan pemimpin dari industri, pemerintah, akademisi, hingga pelaku bisnis.
Tahun ini, Indonesia Summit 2026 mengusung tema “The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age”. Gelaran tersebut berlangsung pada 17–18 Juni 2026 di The Tribata Darmawangsa, Jakarta, dengan fokus besar pada pemanfaatan AI secara strategis.
Selain Erick Thohir dan Budi Gunadi Sadikin, forum ini menghadirkan tokoh dari berbagai sektor untuk membahas AI, ekonomi digital, cybersecurity, creator economy, dan masa depan olahraga Indonesia.
