BAIC BJ30 Hybrid hadir sebagai SUV 5-penumpang yang mencoba membuktikan bahwa tenaga besar tidak harus membuat konsumsi bahan bakar ikut membengkak. Mobil ini mengandalkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik yang menghasilkan tenaga hingga 403 dk, tetapi tetap membawa pendekatan efisiensi sebagai nilai jual utama.
Menariknya, sistem hybrid pada BJ30 Hybrid tidak menuntut pengisian daya eksternal. Baterainya terisi sendiri saat mobil digunakan, sehingga pemilik tidak perlu mencari charger atau bergantung pada fasilitas pengisian daya listrik.
Hybrid yang dibuat praktis
BJ30 Hybrid memakai sistem Hybrid Electric Vehicle atau HEV yang bekerja otomatis menyesuaikan distribusi tenaga sesuai kebutuhan berkendara. Pengisian baterai berlangsung lewat regenerative braking dan manajemen energi saat mobil melaju.
BAIC Indonesia menegaskan bahwa pendekatan ini memberi kemudahan bagi pengguna. Chief Operating Officer BAIC Indonesia Dhani Yahya menyebut teknologi hybrid tersebut memungkinkan pengemudi menikmati efisiensi bahan bakar optimal tanpa perlu khawatir soal ketersediaan pengisian daya listrik.
Mesin kecil, tenaga besar
Di balik karakter iritnya, BJ30 Hybrid tetap membawa paket mekanis yang serius. SUV ini menggunakan mesin 4 silinder turbo hybrid berkode A156T2H-H1 dengan kapasitas 1.498 cc.
Dari kombinasi mesin bensin dan motor listrik itu, output maksimalnya mencapai 403 dk dengan torsi puncak 685 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi Dedicated Hybrid Transmission atau DHT 2-percepatan, dengan penggerak roda depan atau FWD.
Performa tetap terasa untuk pemakaian harian
BAIC mengklaim BJ30 Hybrid dapat melesat dari 0-100 kpj dalam sekitar 6,9 detik. Catatan itu membuat SUV ini tidak hanya mengandalkan sisi hemat BBM, tetapi juga menawarkan respons yang cukup cepat untuk kebutuhan harian.
Paket tersebut juga didukung baterai 19 kWh. Dengan konfigurasi itu, BJ30 Hybrid diposisikan sebagai SUV yang tetap nyaman dipakai untuk mobilitas rutin tanpa meninggalkan karakter performa.
Efisiensi jadi daya tarik utama
Dalam pengujian internal, BAIC menyebut BJ30 Hybrid mampu mencatat efisiensi hingga 15,5 kpl. Angka ini memperlihatkan bahwa sistem hybrid di mobil tersebut bekerja bukan hanya saat butuh dorongan tenaga ekstra, tetapi juga dalam penggunaan normal.
BAIC juga menyebut mobil ini tetap dapat menggunakan bensin RON tinggi seperti Pertamax dengan harga Rp 12.300 per liter. Dengan efisiensi yang diklaim tersebut, biaya operasionalnya disebut bisa lebih rendah dibanding SUV konvensional yang mengandalkan bahan bakar mahal.
BJ30 Hybrid pun diarahkan untuk konsumen yang ingin masuk ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara secara drastis. Sistem HEV memberi jalan tengah antara performa, efisiensi, dan kepraktisan dalam satu paket SUV.
Source: kabaroto.com






