Sebanyak 43.998 orang telah diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya selama periode operasional haji yang berlangsung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026. Jumlah itu terdiri dari 43.535 calon jemaah haji dan 463 petugas haji yang tersebar dalam 116 kloter.
Puncak penutup rangkaian itu terjadi saat kloter 116 lepas dari Bandara Internasional Juanda pada Kamis (21/5). Dengan berangkatnya rombongan terakhir tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menuntaskan seluruh proses keberangkatan haji Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 dengan lancar.
Kloter penutup itu dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Momen tersebut menandai berakhirnya operasional keberangkatan haji dari Surabaya sesuai jadwal yang telah disiapkan.
Selama satu periode penuh penyelenggaraan, Embarkasi Surabaya kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu embarkasi besar di Indonesia. Alur pemberangkatan berjalan teratur dari awal hingga akhir, termasuk pada rombongan terakhir yang menjadi penutup kegiatan tahun ini.
Salah satu layanan yang ikut memperlancar proses adalah Makkah Route di Bandara Internasional Juanda. Fasilitas ini membuat jemaah bisa menyelesaikan pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi sebelum berangkat dari Indonesia.
Skema itu memangkas alur perjalanan setelah tiba di Arab Saudi. Jemaah tidak perlu lagi mengantre di loket imigrasi setibanya di sana dan dapat langsung menuju bus atau akomodasi yang sudah disiapkan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Agus Winarto menyebut program tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pemeriksaan jemaah. Ia juga menegaskan upaya menjaga layanan tetap cepat dan tertib selama seluruh rangkaian pemberangkatan.
Di lapangan, kelancaran operasional tidak berdiri sendiri. Kantor Imigrasi Surabaya menilai koordinasi dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, Kementerian Agama, operator bandara, dan maskapai menjadi kunci agar seluruh proses berjalan rapi.
Kerja sama itu membuat setiap unsur bisa menjalankan tugasnya masing-masing tanpa mengganggu alur layanan bagi jemaah. Hasilnya, proses pemberangkatan dari awal hingga akhir tetap efisien dan tertib.
Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Surabaya Kholilur Rohman menambahkan bahwa pengawasan dokumen tetap dijalankan secara ketat. Personel disiagakan penuh untuk memastikan validitas dokumen seluruh jemaah.
Meski layanan dibuat lebih cepat, aspek keamanan tidak dikurangi. Kholilur menyebut koordinasi yang intensif membantu pemeriksaan tetap aman dan tertib sepanjang operasional berlangsung.
Pelaksanaan ini juga sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko yang menekankan pelayanan adaptif, humanis, dan responsif. Semangat “Imigrasi untuk Rakyat” menjadi acuan dalam pengawalan agenda strategis negara, termasuk keberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Surabaya.
Agus Winarto turut menyampaikan apresiasi atas kelancaran seluruh rangkaian pemberangkatan tahun ini. Dengan dituntaskannya kloter 116, Bandara Internasional Juanda menutup fase keberangkatan haji tahun ini dalam suasana tertib.
Source: mediaindonesia.com






