UGM Buka 3.729 Kursi Untuk 44.972 Pendaftar Mandiri, Persaingan Per Kursi Sangat Padat

Persaingan masuk Universitas Gadjah Mada lewat jalur mandiri tahun ini langsung terlihat dari angka peminat yang sangat besar. Sebanyak 44.972 peserta mengikuti UM UGM CBT 2026 untuk memperebutkan 3.729 kursi pada program sarjana dan sarjana terapan.

Dengan komposisi itu, rata-rata lebih dari 13 peserta harus bersaing untuk satu kursi. Kondisi tersebut membuat seleksi mandiri UGM kembali berada di level persaingan yang sangat padat.

Pilihan peserta tersebar di dua lokasi ujian. Sebanyak 40.190 orang mengambil ujian di Yogyakarta, sedangkan 4.782 peserta lainnya mengikuti ujian di Jakarta.

UGM menaruh perhatian besar pada kelancaran dan integritas seleksi. Pengawasan diperketat untuk mencegah berbagai bentuk kecurangan, terutama yang memanfaatkan perkembangan teknologi.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyebut sistem dan pengawasan ujian terus disempurnakan. Pemeriksaan dilakukan secara ketat sejak sebelum peserta masuk ruang ujian hingga pengaturan barang bawaan.

“Dengan perkembangan teknologi saat ini, potensi kecurangan bisa muncul dalam berbagai bentuk. Karena itu, kami terus memperkuat mitigasi dan pengawasan, mulai dari pemeriksaan ketat sebelum masuk ruang hingga pengaturan barang bawaan, agar proses seleksi tetap adil dan kredibel,” ujar Ova saat monitoring dan evaluasi, Kamis (4/6).

Peminat terbesar datang dari rumpun tertentu

Dari total 93 program studi yang dibuka, minat peserta masih didominasi rumpun kesehatan dan sosial. Kedokteran, Manajemen, dan Hukum menjadi program studi yang paling banyak dipilih.

Minat pada Kedokteran Gigi dan Hukum juga tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Karena jumlah kursi tetap mengikuti daya tampung yang sudah ditetapkan, beberapa program studi favorit kembali menjadi titik persaingan paling ramai.

Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dGandes Retno Rahayu, menjelaskan bahwa hanya sekitar 3.729 peserta yang akan diterima. Situasi itu membuat kompetisi di sejumlah program studi berlangsung sangat ketat.

Layanan khusus untuk peserta disabilitas netra

Di tengah seleksi yang padat, UGM juga menyiapkan layanan khusus bagi peserta disabilitas netra. Lokasi ujian mereka ditempatkan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis atau FEB agar akses lebih mudah dan layanan lebih terarah.

Panitia menyediakan komputer dengan aplikasi pembaca layar untuk membantu pengerjaan soal. Selain itu, ada pendamping khusus yang membantu menjelaskan soal yang memuat unsur visual.

Kepala Unit Layanan Disabilitas UGM, Wuri Handayani, Ph.D., mengatakan pendampingan itu diberikan agar peserta disabilitas memperoleh akses yang setara. Fasilitas tersebut membantu peserta mengerjakan soal berbasis teks maupun ilustrasi visual dengan lebih nyaman.

UM UGM CBT 2026 menunjukkan bahwa seleksi mandiri di UGM tidak hanya ditentukan oleh jumlah peminat yang tinggi. UGM juga menempatkan pengawasan, ketertiban, dan aksesibilitas sebagai bagian penting dalam proses menuju calon mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait