49 Pengusaha Jajaki Investasi di Jateng, Infrastruktur Baru Jadi Magnet Utama

Author: Redaksi Android62

Jawa Tengah kembali menarik perhatian pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 49 pengusaha datang langsung untuk melihat peluang bisnis, investasi, dan kolaborasi melalui kegiatan Disway Explore Business with Dahlan Iskan Central Java Series.

Ketertarikan itu tidak lepas dari perkembangan infrastruktur dan kawasan industri yang makin kuat di provinsi tersebut. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai iklim investasi di wilayahnya kondusif dan didukung banyak faktor penunjang.

Investasi Mengalir Kian Besar

Dari sisi realisasi, Jawa Tengah mencatat investasi sebesar Rp110,02 triliun pada 2025. Pada triwulan I 2026, nilai itu sudah menembus Rp23 triliun.

Ada pula tambahan sekitar Rp15 triliun untuk pengembangan industri kendaraan listrik terintegrasi di Kendal. Deretan angka tersebut memperlihatkan bahwa Jawa Tengah tetap menjadi salah satu tujuan utama investor.

Kawasan Industri Terus Bertambah

Provinsi ini juga diperkuat oleh jaringan kawasan industri yang sudah berjalan di sejumlah daerah. Di antaranya KEK Industropolis Batang, Kawasan Industri Kendal, serta kawasan industri di Semarang, Demak, dan wilayah lain.

Selain yang sudah ada, sekitar 12 daerah juga telah mengajukan kawasan industri maupun kawasan ekonomi baru. Pergerakan itu menandakan minat pengembangan industri di Jawa Tengah masih terus tumbuh.

Dari sisi skala usaha, Jawa Tengah memiliki 4,93 juta unit usaha. Komposisinya mencakup 56.286 usaha besar dan menengah, sedangkan sekitar 4,8 juta lainnya merupakan UMKM.

Sebagian usaha tersebut juga telah menembus pasar luar negeri melalui ekspor. Kondisi ini menunjukkan ekosistem bisnis di Jawa Tengah bukan hanya besar, tetapi juga terhubung ke jaringan perdagangan global.

Pengusaha Menilai Perubahan Terlihat Nyata

Dahlan Iskan menyebut Jawa Tengah sudah jauh berkembang dibanding beberapa tahun lalu. Ia menyoroti perbaikan infrastruktur, termasuk keberadaan kawasan industri di sepanjang Pantai Utara Jawa Tengah.

Menurut Dahlan, perbaikan tersebut ikut mendorong kepercayaan investor untuk masuk. Ia juga menilai dukungan pemerintah daerah dan situasi wilayah yang kondusif membuat banyak pengusaha melihat Jateng sebagai tempat yang menjanjikan.

Karena itu, rombongan pengusaha diajak mengunjungi sejumlah perusahaan besar di Jawa Tengah. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memberi wawasan sekaligus inspirasi dalam mengembangkan bisnis.

Sejauh ini, rombongan sudah mendatangi tiga perusahaan. Lokasinya meliputi Halo BCA di Semarang, sebuah pabrik mebel yang produknya telah diekspor ke seluruh dunia, dan pabrik Polytron yang memproduksi alat elektronik serta mulai meningkatkan produksi sepeda motor listrik.

Rangkaian kunjungan itu masih berlanjut ke Sido Muncul agar para pengusaha mendapat lebih banyak gambaran tentang praktik usaha di Jawa Tengah. Dahlan menilai para pebisnis adalah sosok tangguh karena mampu bangkit kembali saat menghadapi kesulitan.

Source: news.detik.com
Berita Terbaru